Fahcrudin, Ahmad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kualitas Jajanan Sekolah Dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Remaja Samarinda Fahcrudin, Ahmad
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.6493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas jajanan yang dijual di Sekolah Dasar wilayah kerja Puskesmas Remaja Kota Samarinda, dengan menilai kualitas berdasarkan parameter fisik, kimia dan biologi serta menganalisis tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang sanitasi pangan dan parameter jajan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara dan analisis laboratorium. Kualitas fisik jajanan diuji secara in-situ, sementara kualitas kimia (formalin, rhodamin B, boraks, dan methanil yellow) serta keberadaan bakteri patogen (Total coliform dan Escherichia coli) diuji secara ex-situ menggunakan metode Most Probable Number (MPN). Pengetahuan responden tentang sanitasi pangan dan parameter jajan dianalisis melalui wawancara dengan 9 responden dan 15 sampel jajanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fisik, jajanan bebas dari cemaran benda asing dan memenuhi standar warna, bau dan rasa. Pada parameter kimia, ditemukan bahwa 7 (47%) sampel jajanan mengandung formalin dan tidak layak dikonsumsi, sementara boraks, rhodamin B dan methanil yellow tidak terdeteksi. Analisis mikrobiologi menunjukkan adanya kontaminasi Total coliform dan Escherichia coli pada beberapa sampel, yang menunjukkan bahwa sebagian jajanan tidak memenuhi standar kesehatan. Mengenai tingkat pengetahuan pedagang, sebanyak 2 (22%) responden memiliki pengetahuan yang baik tentang sanitasi pangan, 4 (45%) responden memiliki pengetahuan yang cukup dan 3 (33%) responden memiliki pengetahuan yang kurang. Sedangkan terkait dengan pengetahuan tentang parameter jajan, 5 (56%) responden memiliki pengetahuan yang baik dan 4 (44%) responden memiliki pengetahuan yang cukup. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa meskipun jajanan di wilayah penelitian umumnya memenuhi standar fisik, terdapat cemaran kimiawi dan mikrobiologi yang berbahaya bagi kesehatan. Selain itu, meskipun tingkat pengetahuan pedagang tentang sanitasi pangan dan parameter jajan cukup baik, penerapan praktik yang sesuai masih perlu ditingkatkan.
EFEKTIVITAS ERGOCHAIR DALAM PENINGKATAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA PENJAHIT DI KOTA SAMARINDA Fahcrudin, Ahmad; Yunus, Restu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51924

Abstract

Pekerjaan menjahit yang dilakukan secara berulang dan dalam waktu lama umumnya dilakukan dalam posisi duduk statis dan masih menggunakan kursi kerja yang tidak ergonomis. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan pada sistem muskuloskeletal, terutama nyeri pada punggung, leher dan bahu yang berdampak pada menurunnya kesehatan dan produktivitas kerja. Ergochair hadir sebagai solusi berupa kursi kerja ergomonis yang dirancang berdasarkan data antropometri lokal dan kebutuhan kerja penjahit kota Samarinda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas penggunaan ergochair dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi penjahit. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan model pretest—posttest control group design dengan dan melibatkan 140 responden yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal. Analisis data yang dilakukan menggunakan uji independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol (Mean=17.10) dan kelompok eksperimen (Mean=13.53) dengan p = 0.001 < 0.05. Perbedaan rata-rata sebesar 3.57 poin menunjukkan penurunan keluhan muskuloskeletal yang bermakna secara statistik dan klinis, di mana responden merasakan peningkatan kenyamanan selama bekerja. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa penggunaan ergochair efektif dalam menurunkan keluhan muskuloskeletal dan meningkatkan kenyamanan serta produktivitas kerja penjahit. Disarankan pemilik usaha jahit memilih kursi kerja yang ergonomis untuk memberikan kenyamanan bagi pekerja dan penjahit perlu melakukan relaksasi setiap dua atau tiga jam kerja selama 10-15 menit guna mencegah kelelahan dan mengurangi rasa nyeri pada tubuh.