Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asuhan Keperawatan pada Ny. S dengan Gangguan Kognitif Melalui Terapi Puzzle untuk Meningkatkan Fungsi Kognitif di Desa Awang Bangkal Barat: (Studi Kasus Pada Ny. S di Desa Awang Bangkal Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan) Widyastuti, Noorlita; Kausar, Lola Illona Elfani
Nerspedia Vol. 7 No. 1 (2025): Nerspedia
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan kognitif adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan dalam mengingat, belajar hal baru, berkonsentrasi, atau mengambil keputusan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari, dan bukan bagian dari proses penuaan otak yang normal. Salah satu cara penanganan gangguan kognitif adalah melalui terapi puzzle. Penelitian ini bertujuan menggambarkan hasil asuhan keperawatan pada Ny. S dengan gangguan kognitif melalui terapi puzzle di Desa Awang Bangkal Barat. Terapi diberikan satu kali sehari selama tujuh hari. Hasil menunjukkan peningkatan skor MMSE dari 18 (gangguan ringan) menjadi 26 (normal), yang menandakan adanya perbaikan fungsi kognitif.
GAMBARAN MOTIVASI PERAWAT TENTANG PELAKSANAAN KOMUNIKASI EFEKTIF SBAR DALAM HANDOVER (Studi di Instalasi Rawat Inap RSD Idaman Kota Banjarbaru) Widyastuti, Noorlita
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 7 No 3 (2023): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v7i3.5397

Abstract

ABSTRAK Keselamatan pasien merupakan isue yang menjadi perhatian besar dan akan mempengaruhi citra yang berusaha dibangun rumah sakit. Implementasi keselamatan pasien salah satunya dapat terlihat pada komunikasi efektif perawat melalui pelaksanaan handover. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi komunikasi efektif Situation, Background, Assessment, Recomendation (SBAR) dalam handover. Motivasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penerapan komunikasi efektif SBAR yang digunakan perawat dalam handover. Tujuan umum penelitian adalah untuk mengetahui gambaran motivasi perawat tentang pelaksanaan komunikasi efektif SBAR dalam handover di Instalasi Rawat Inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif melibatkan 115 responden yang terdiri dari Perawat Penanggung Jawab Asuhan (PPJA) dan perawat pelaksana yang diambil dengan teknik stratified random sampling. Data diambil dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner kemudian data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Didapatkan hasil yaitu sebanyak 60 responden (52,2%) memiliki motivasi kerja yang rendah dengan rincian parameter motivasi intrinsik sebanyak 59 responden (51,3%) dan motivasi ekstrinsik 61 responden (53,0%). Perlu adanya upaya dari kepala instalasi rawat inap kepada kepala ruang untuk memberikan pengarahan dan pengawasan ke perawat untuk meningkatkan motivasi perawat dalam melaksanakan komunikasi efektif SBAR dalam handover. ABSTRACK Safety patient is the issue that became attention big and will influence trying image built Hospital. Implementation safety patient wrong only one could seen on communication effective nurse through implementation handovers. There is a number of factors that affect communication effective Situation, Background, Assessment, Recommendation (SBAR) in handovers. motivation is one of the factors that influence the implementation of effective communication SBAR used by nurses in handovers. Aim general study is to find out the description of nurses' motivation regarding the implementation of effective SBAR communication in handovers at the Inpatient Installation of RSD Idaman Banjarbaru City. Study quantitative with a descriptive design involving 115 respondents consisting from Nurse Bearer answer A caretaker (PPJA) and the implementing nurse were taken by stratified random sampling technique. Data retrieved with using instruments in the form of questionnaire then the data were analyzed using descriptive statistics. Got results that is as many as 60 respondents (52.2%) have low work motivation with details of the parameters of intrinsic motivation as many as 59 respondents (51.3%) and extrinsic motivation of 61 respondents (53.0 % ). There needs to be effort from the head of the inpatient installation to the head of the room to provide direction and supervision to nurses to improve motivation of nurses in carrying out effective communication SBAR in handovers .