Wishmar Siregar, Wishmar Siregar
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Kesultanan Serdang dalam Penyebaran Islam di Serdang Bedagai Putri Grace, Putri Grace Nola Pasaribu; Silfira Elisya, Silfira Elisya Putri; Nadia Silvia, Nadia Silvia; Wishmar Siregar, Wishmar Siregar; Wahyu Renaldi, Wahyu Renaldi Siahaan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.27815

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat umum bahwa di kawasan Serdang Bedagai pernah ada sebuah kesultanan yang terkenal hingga ke Semenanjung Malaya, yaitu Kesultanan Serdang. Penelitian ini juga bertujuan untuk menambah referensi tulisan yang menunjukkan keberadaan Kesultanan Serdang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi pustaka, atau yang sering disebut penelitianliteratur, yang memfokuskan pada pengumpulan informasi dari berbagai sumber tulisan seperti buku, jurnal, artikel, laporan, dan dokumen lain yang berkaitan dengan topik yang diteliti. Pendekatan ini sangat efektif ketika penelitian tidak memerlukan data langsung dari lapangan, melainkan lebih kepada analisis terhadap teks atau literatur yang sudah ada. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendirian Kesultanan Serdang dimulai dari sengketa yang muncul akibat pertikaian jabatan antara putra kedua dan ketiga dari Kesultanan Deli yang terjadi sekitar tahun 1723 M, yaitu antara Tuanku Pasutan dan Tuanku Umar Johan Alamshah. Sejak awal berdirinya, Kesultanan Serdang mengalami masa kejayaan yang puncaknya terjadi pada era pemerintahan Sultan Thaf Sinar Basrshah (1817-1850), yang ditandai dengan perkembangan pesat dan aktivitas perdagangan yang ramai, sehingga kawasan Serdang menjadi makmur. Namun, kemunduran Kesultanan Serdang terjadi pada waktu pemerintahan Sultan Basyaruddin Shariful Alam Syah. Pada masa ini, banyak konflik yang terjadi di antara para pejabat daerah yang tunduk, ditambah dengan pengaruh Belanda yang muncul pada tahun 1862.