Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dalam konteks penelitian arkeologi, makam adalah salah satu dari beberapa tujuan, makam diIndonesia harus diakui. makam memiliki beragam bentuk dan keragaman yang beragam tergantung pada bentuk dan ragamnya. Menurut Takari (2012), lokasi Hamparan Perak pertama kali digunakan sebagai basis kerajaan Haru (abad ke-12), dengan kerajaan Haru adalah keturunan dari Malaka (Ming, 1368-1643). Hamparan Perak adalah deli dengan banyak toko, masjid, dan tempat ibadah lainnya. Kedatukan Hamparan Perak dicirikan oleh kedatukan dua belas kuta, yang masing-masing merupakan koa atau perkampungan terpisah yang terintegrasi ke dalam sistem kerajaan kecil yang terpisah. Salah satu tempat paling menarik di Hamparan Perak adalah kompleks makam kuno. Tempat ini memiliki sejarah lebih dari 10900 tahun dan merupakan yang paling terkenal di kawasan. Hamparan Perak terletak di sebelah barat kota Medan Deli Serdang, dan dibatasi oleh Medan Marelan dan Belawan dengan sistem koordinat 3,63-3,76 C lintang utara 98,50-98,61 bujur timur luas wilayah 2,3015 km.Sisa -Sisa artefak atapun fisik kerajaan masih dapat ditemukan hingga sekarang seperti bangunan istana kerajaan yang masih berdiri kokoh, masjid, dan kompleks makam kuno inilah mengapa Hamparan Perak memiliki nilai sejarah salah satu contoh bangunan fisik makam adalah jirat, nisan, dan gunungan serta struktur makam secara keseluruhan. Nisan dan jirat adalah salah satu dari beberapa kesatuan yang berguna untuk menjembatani tanda pusara yang terpisah. Untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan dengan menggunakan riset pengelolahan data penelitian.