Emosi marah sering muncul sebagai respons terhadap situasi atau peristiwa yang dianggap mengancam atau tidak menyenangkan, yang diungkapkan melalui respon aktif maupun pasif. Salah satu bentuk ungkapan emosi marah yang sering digunakan adalah silent treatment atau perlakuan diam, yang dianggap sebagai ekspresi pasif karena melibatkan penghindaran interaksi dan komunikasi. Meskipun sering dipahami sebagai bentuk pengucilan atau penolakan, perilaku ini dapat memiliki dampak psikologis yang signifikan, seperti kecemasan, depresi, dan gangguan emosional lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku silent treatment dalam komunikasi non-verbal, dengan fokus pada emosi marah yang diekspresikan melalui perilaku ini. Berdasarkan teori komunikasi non-verbal dan psikologi, perilaku diam ini sering kali muncul sebagai upaya menghindari konfrontasi langsung, namun dapat memperburuk ketegangan dalam hubungan interpersonal. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, dengan mengumpulkan data dari berbagai literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silent treatment digunakan sebagai bentuk dari ungkapan emosi marah. Meskipun bisa memberi waktu bagi individu untuk meredakan emosi, penggunaan berulang dapat merusak hubungan dan meningkatkan stres emosional. Oleh karena itu, penting untuk menggantikan perilaku ini dengan komunikasi yang lebih terbuka untuk penyelesaian konflik yang lebih sehat. Abstract Anger emotion arises in response to situations or events that are perceived as threatening or unpleasant, expressed through active or passive responses. One frequently used form of expression of angry emotions is the silent treatment, which is considered a passive expression as it involves avoidance of interaction and communication. Although often understood as a form of exclusion or rejection, this behavior can have significant psychological impacts, such as anxiety, depression, and other emotional disorders. This study aims to analyze the role of silent treatment in non-verbal communication, focusing on the emotion of anger expressed through this behavior. Based on non-verbal communication theory and psychology, this silent behavior often appears as an attempt to avoid direct confrontation, but can exacerbate tension in interpersonal relationships. This research uses a qualitative approach method through literature study, by collecting data from various related literature. The results showed that silent treatment is used as a form of expression of angry emotions. Although it can give individuals time to defuse emotions, repeated use can damage relationships and increase emotional stress. Therefore, it is important to replace this behavior with more open communication for healthier conflict resolution.