Nurhayati, Dr Nurhayati MPd
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POTRET KESIAPAN SISWA SMA NEGERI 1 JAMPANG TENGAH SUKABUMI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN MASA DEPAN: PORTRAIT OF STUDENTS' READINESS OF SMA NEGERI 1 JAMPANG TENGAH SUKABUMI IN FACING FUTURE CHALLENGES Nurhayati, Dr Nurhayati MPd
EDUCATE Vol 10 No 2 (2025): Educate: Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/educate.v10i2.19945

Abstract

Kesiapan mental untuk masa depan merupakan faktor penting dalam membentuk generasi yang tangguh dan adaptif, terutama dalam menghadapi transformasi digital yang begitu cepat. Sementara siswa menunjukkan motivasi tinggi untuk mencapai kesuksesan, beberapa tantangan non akademik tetap menjadi hambatan signifikan untuk mengembangkan kesiapan mental yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai faktor terhadap kesiapan mental siswa untuk masa depan, antara lain keterampilan akademik, keterampilan sosial, kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, kesadaran sosial, penguasaan teknologi, kesadaran pengembangan diri, dan soft skill. Studi ini menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan sampel 305 siswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Smart PLS 3.0. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa hanya empat dari tujuh konstruksi eksogen yang secara signifikan mempengaruhi kesiapan mental siswa: seperti penguasaan teknologi (β = 0,401; p < 0,001), kemampuan beradaptasi (β = 0,307; p < 0,001), soft skill (β = 0,233; p < 0,001), dan kesadaran pengembangan diri (β = 0,135; p < 0,05). Sebaliknya, keterampilan akademik, kemampuan berfikir kritis, dan keterampilan sosial tidak menunjukkan efek langsung yang signifikan. Temuan ini menggarisbawahi bahwa kesiapan masa depan siswa lebih kuat dibentuk oleh dimensi afektif dan keterampilan abad ke-21 daripada kompetensi akademik tradisional. Oleh karena itu, strategi pendidikan harus bergeser ke arah penguatan kemampuan siswa untuk mengintegrasikan teknologi, beradaptasi dengan perubahan, mengembangkan kesadaran diri, dan menguasai kompetensi interpersonal. Pergeseran ini sangat penting untuk memelihara individu yang tangguh mental, mampu menavigasi kompleksitas dan ketidakpastian masa depan