Sektor pariwisata merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk di Jawa Timur yang memiliki keragaman destinasi wisata. Namun, efektivitas pengeluaran pemerintah dalam sektor ini belum sepenuhnya diketahui, sehingga diperlukan evaluasi berbasis efisiensi. Selama ini, studi mengenai efisiensi anggaran pariwisata di tingkat daerah masih terbatas, khususnya yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mempertimbangkan output nyata dari aktivitas pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi pengeluaran pemerintah di sektor pariwisata pada 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Data Envelopment Analysis (DEA) berorientasi output dan asumsi Variable Return to Scale (VRS). Metode ini dipilih karena mampu membandingkan efisiensi relatif antar unit dengan data input dan output yang heterogen. Input yang digunakan adalah total pengeluaran pemerintah, sementara output meliputi jumlah perjalanan wisatawan, durasi rata-rata lama menginap atau tinggal, dan tingkat hunian kamar hotel. Hasil penelitian menunjukkan variasi skor efisiensi yang signifikan antar daerah. Beberapa daerah seperti Gresik, Sampang, dan Sidoarjo menunjukkan efisiensi sempurna (skor 1.0), sementara daerah seperti Lumajang dan Pamekasan mencatat skor rendah. Simpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang tepat sasaran serta perlunya adopsi praktik terbaik dari daerah efisien. Keterbatasan studi ini adalah belum memperhitungkan variabel non-anggaran seperti kualitas infrastruktur dan daya tarik wisata. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengintegrasikan faktor-faktor tersebut guna memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap efisiensi sektor pariwisata daerah.