Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh UMKM, terutama di Surakarta, adalah rendahnya tingkat kepercayaan konsumen, yang dapat berdampak pada loyalitas pelanggan dan keberlanjutan usaha. Dalam era digital, strategi personal branding menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan oleh pemilik UMKM untuk membangun citra bisnis yang kuat dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi personal branding yang digunakan oleh pemilik UMKM di Surakarta dan menganalisis dampaknya terhadap kepercayaan konsumen. Dengan menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai literatur terkait strategi personal branding, pemasaran digital, serta faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan branding dalam konteks UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding yang autentik, konsisten, dan didukung oleh pemanfaatan media sosial yang efektif dapat memperkuat hubungan antara pemilik bisnis dan konsumen. Penggunaan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok memungkinkan pemilik UMKM untuk membangun interaksi yang lebih dekat dengan pelanggan, meningkatkan visibilitas bisnis, serta menciptakan hubungan emosional yang berdampak pada loyalitas konsumen. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa personal branding bukan hanya sekadar alat pemasaran, tetapi juga strategi yang dapat meningkatkan kredibilitas dan daya saing UMKM di pasar yang kompetitif. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan literasi digital bagi pemilik UMKM agar dapat memanfaatkan teknologi secara optimal dalam membangun citra bisnis mereka. Selain itu, pemahaman yang lebih mendalam mengenai konsep personal branding dan penerapannya secara strategis dapat membantu UMKM dalam menciptakan identitas bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan.