Benny Kurniadi
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Ezra Science Bulletin

KEARIFAN LOKAL TARI KUDA LUMPING LUNANG PESISIR SELATAN DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Nofianza, Fikra; Benny Kurniadi
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.396

Abstract

Karya berjudul "Tari Kuda Lumping Lunang Pesisir Selatan dalam Fotografi Dokumenter" mengangkat eksistensi budaya etnis Jawa yang mulai bermigrasi ke Lunang sejak tahun 1981. Dalam lingkungan masyarakat yang multikultural, etnis Jawa berhasil mempertahankan dan mewariskan kearifan lokal, salah satunya melalui Tari Kuda Lumping. Tari tradisional ini memiliki nilai-nilai spiritual, simbolik, dan budaya yang mendalam. Melalui media fotografi dokumenter, pengkarya berupaya merekam keunikan tarian ini, mulai dari gerakan dinamis, ekspresi emosional, hingga suasana mistis yang mengiringinya. Karya dokumentasi visual ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pencatatan sejarah, tetapi juga sebagai media edukasi dan pelestarian budaya. Tujuan utamanya adalah memperkenalkan budaya Jawa kepada khalayak luas dan menegaskan identitas lokal di tengah arus modernisasi. Dalam proses penciptaannya, pengkarya menyusun visualisasi karya beserta deskripsi naratif yang mampu menyampaikan cerita serta makna di balik setiap foto yang ditampilkan.
SENI KETANGKASAN ADU DOMBA GARUT DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Dwian Farrel Nugraha; Benny Kurniadi
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.431

Abstract

Karya fotografi dokumenter ini mengangkat tradisi Seni Ketangkasan Adu Domba Garut sebagai objek utama, merepresentasikan warisan budaya lokal Tatar Sunda. Tradisi ini menampilkan pertunjukan adu ketangkasan antar domba serta mencerminkan nilai-nilai sosial, estetika, dan historis yang hidup dalam komunitas peternak dan pelestari budaya. Melalui pendekatan photo story, karya ini merekam berbagai proses yang terabaikan, seperti perawatan domba, kegiatan padepokan, hingga keterlibatan lintas generasi menjaga keberlanjutan tradisi. Penciptaan karya ini bertujuan memberikan perspektif berimbang terhadap praktik adu domba, selama ini disalahpahami sebagai bentuk kekerasan terhadap hewan. Visualisasi yang disusun secara naratif bertujuan menunjukkan dedikasi di balik tradisi, kepedulian, dan solidaritas komunitas yang terjaga turun-temurun. Fotografi dokumenter dipilih karena kemampuannya menangkap realitas secara jujur dan berlapis, serta menyampaikan pesan budaya secara emosional dan kontekstual. Hasil dari penciptaan adalah karya foto yang dicetak Photopapper Laminating Doff. Karya ini diharapkan menjadi media edukasi, dokumentasi budaya, sekaligus ruang refleksi dalam memahami makna warisan budaya lokal
IMPRESI PEROKOK PASIF DALAM FOTOGRAFI EKSPRESI Abdussaleem Muhammad; Benny Kurniadi
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.434

Abstract

Eksplorasi visual yang merepresentasikan dampak-dampak negatif yang dialami perokok pasif melalui fotografiekspresi. Latar belakang penciptaan dihapus pada pengalaman pribadi penulis yang sejak kecil mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap rokok. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce untuk mengkaji hubungan antara tanda visual (representamen), objek (fenomena perokok pasif), dan interpretan (makna yang ditangkap penonton). Cara pembuatannya meliputi tahapan persiapan, observasi, studi literatur, perancangan konsep, penggambaran, pencitraan digital, dan pameran karya. Karya yang dihasilkan berjumlah 21 buah, mengangkat tema-tema seperti kerentanan tubuh, tekanan sosial, dan penyakit kronis akibat menjadi perokok pasif. Setiap karya memanfaatkan simbol-simbol visual seperti asbak, asap, dan figur manusia, dipadukan dengan teknik manipulasi digital dan proses kreatif untuk memperkuat narasi visual. Hasil penciptaannya menunjukkan bahwa fotografiekspresi dapat menjadi media yang efektif untuk menyuarakan keresahan pribadi sekaligus kritik sosial terhadap kebiasaan merokok di ruang publik. Karya ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya perokok pasif.
KESENIAN WAYANG GOLEK PUSAKA GIRI HARJA DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Harahap, Andrea Putra Pratama; Benny Kurniadi
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.436

Abstract

Jawa Barat adalah Provinsi yang kaya akan sejarah, tradisi, dan budaya, hal ini terjadi karena beragamnya kearifan lokal masyarakat Sunda yang terbentuk sejak dahulu kala. Seiring dengan perkembangan zaman, Globalisasi sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Dimana tidak mudah untuk melakukan persaingan antara kebudayaan modern dan kebudayaan tradisional. Dengan begitu diperlukan langkah yang tepat, salah satunya yaitu beradaptasi dengan era modern. Dalam dunia pewayangan Giri Harja sebagai padepokan yang berkecimpung melestarikan Wayang Golek, terkenal dengan kreativitas dan inovasinya yang visioner. Ini terjadi karena Giri Harja mengartikan seni sebagai kebebasan berekspresi, karena jika terkekang tidak ada yang namanya berkembang. Melalui pendekatan fotografi dokumenter  karya ini akan memberitahu pelaku seni bahwa dengan beradaptasi suatu kesenian budaya akan berumur panjang, itulah yang terjadi pada Kesenian Wayang Golek meskipun sudah ada sejak ratusan tahun lalu namun pertunjukan nya masih di gemari oleh sebagian besar masyarakat Jawa Barat.
PETANI KARET TRANSMIGRAN DI DHARMASRAYA DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Fahmi Juridno; Benny Kurniadi
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.545

Abstract

“Petani Karet Transmigran di Dharmasraya dalam Fotografi Dokumenter” merupakan sebuah karya penciptaan fotografi dokumenter yang bertujuan merekam secara visual kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya para penyadap getah karet di Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya. Wilayah ini didominasi oleh masyarakat transmigran asal Pulau Jawa yang mengembangkan perkebunan karet sebagai mata pencaharian utama. Meskipun menjadi komoditas penting daerah, para petani karet masih menghadapi berbagai tantangan, seperti fluktuasi harga getah, ketidakstabilan ekonomi, serta menurunnya regenerasi pekerja penyadap. Melalui pendekatan Photo story, pengkarya melakukan observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi langsung menggunakan teknik fotografi dokumenter dengan memanfaatkan pencahayaan alami. Proses penciptaan meliputi perancangan konsep, pengambilan gambar, seleksi karya, penyuntingan digital, hingga penyajian dalam bentuk pameran. Sebanyak 20 karya foto berhasil dihasilkan, menampilkan rangkaian aktivitas mulai dari persiapan alat sadap, proses penyadapan, pengumpulan dan penjualan getah, hingga potret keluarga dan warisan budaya yang dibawa para transmigran. Karya ini tidak hanya menggambarkan aktivitas ekonomi para petani, tetapi juga mengungkap nilai ketekunan, relasi sosial, serta keterikatan manusia dengan alam yang membentuk identitas komunitas setempat. Dokumentasi visual ini diharapkan dapat menjadi arsip budaya, media penyadaran sosial, serta referensi akademik dalam kajian fotografi dokumenter dan antropologi visual mengenai kehidupan masyarakat agraris di Indonesia. Kata Kunci: Fotografi Dokumenter, Photo story, Petani Karet, Transmigrasi, Dharmasraya.
DESA LEBONG TANDAI “MINI BATAVIA” DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Miftahul Fiqri; Benny Kurniadi
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.552

Abstract

“Desa Lebong Tandai “Mini Batavia” dalam Fotografi Dokumenter” merupakan penciptaan karya fotografi yang bertujuan untuk merekam dan merepresentasikan realitas sosial, ekonomi, serta lanskap geografis desa yang memiliki sejarah pertambangan dan peninggalan sejarah era kolonial Belanda. Penciptaan karya ini menggunakan beberapa metode penelitian, diantaranya eksplorasi, studi literatur, wawancara, dan akhirnya di visualkan dalam bentuk karya fotografi dokumenter. Desa ini memiliki sejarah panjang pertambangan emas bawah tanah, bangunan-bangunan kolonial, serta sistem infrastruktur peninggalan era Nederlandsch-Indische yang menjadikannya dijuluki sebagai “Mini Batavia”. Proses penciptaan karya ini meliputi perancangan konsep, perencanaan, pengambilan gambar, seleksi karya, penyuntingan gambar, hingga akhir penyajian dalam bentuk pameran. Hasil akhir dari penciptaan ini menghasilkan sebanyak 22 karya, menampilkan bagaimana kondisi lanskap geografis desa Lebong Tandai, peninggalan sejarah yang masih ada, pemukiman penduduk, aktivitas masyarakat, serta bagaimana eksistensi emas di desa Lebong Tandai. Hasil penciptaan karya fotografi dokumenter ini menunjukkan bahwa Desa Lebong Tandai menyimpan narasi visual yang kuat terkait dinamika kehidupan masyarakat, warisan sejarah yang di tinggalkan, serta kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Fotografi dokumenter digunakan sebagai medium untuk menyampaikan fakta visual secara objektif, sehingga mampu membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang identitas lokal desa tersebut. Karya ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pelestarian warisan sejarah yang pernah dan masih ada serta memperkaya khazanah fotografi dokumenter sebagai media penelitian sosial, budaya, ekonomi, dan arsip yang berguna di masa mendatang. Kata Kunci: Fotografi Dokumenter, Lebong Tandai, Eksplorasi, Kolonial Belanda, Emas.