Sebelum memasuki dunia pendidikan secara profesional, pengalaman mengajar merupakan tahapan penting dalam membekali calon pendidik dengan kemampuan pedagogis yang diperlukan. Pengajaran antar teman sebaya merupakan salah satu metode yang banyak diterapkan dalam Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Melalui penerapan Model Pembelajaran Berjaring (Webbed) dan Teknik Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam kegiatan pengajaran antar teman sebaya, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil penilaian praktik mengajar mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa PGMI yang mengikuti kegiatan praktik mengajar dengan menggunakan metode deskriptif komparatif. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar penilaian praktik mengajar yang diisi oleh rekan sejawat dan dosen pembimbing. Aspek yang dinilai meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, manajemen kelas, teknik bertanya, variasi pengajaran, penilaian, serta penarikan kesimpulan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Model Pembelajaran Webbed maupun Teknik Deep Learning menghasilkan skor penilaian praktik mengajar yang tinggi. Meskipun pendekatan Deep Learning lebih menonjol dalam meningkatkan keterlibatan aktif mahasiswa dan pemahaman materi pembelajaran, Model Webbed cenderung lebih unggul dalam mengintegrasikan konten antar mata kuliah. Dengan demikian, kedua strategi tersebut dinilai efektif untuk diterapkan dalam kegiatan pengajaran antar teman sebaya guna meningkatkan kualitas pengajaran mahasiswa PGMI.