Abstract: This research aims to explore the leadership legacies of Soekarno as the leader of Indonesia and Moses as the leader of Israel in the Bible in order to formulate a leadership model that fits the Indonesian context. State leaders play an important role in making decisions that impact people's lives, but the selection of leaders often triggers conflicts that can disrupt social stability and unity. As a Christian Indonesian citizen, there is an opportunity to combine national and spiritual leadership values that are often seen as conflicting. This research applies a literature study by analyzing information from relevant journals, books, and other sources on the two main variables, namely the leadership of Soekarno and Moses. Using the comparative method, the research found similarities, differences, and potential combinations of the two leadership models. The analysis shows that both Soekarno and Musa had a clear vision, the ability to mobilize the masses, and the courage to face big challenges. The interaction between the two resulted in a leadership model that brings together the values of spirituality and nationalism, which is very relevant for the diverse and religious context of Indonesia. This research concludes that the merging of Soekarno and Musa's leadership values can enrich thinking about contextual leadership that emphasizes justice, democracy, and a balance between spiritual and national aspects. This model is expected to be a relevant legacy for creating strong and inclusive leadership in Indonesia. Keywords: Leadership Legacy; Contextual Leadership; Soekarno and Moses; Comparative Studies; Indonesia Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi warisan kepemimpinan Soekarno sebagai pemimpin Indonesia dan Musa sebagai pemimpin Israel dalam Alkitab, guna merumuskan model kepemimpinan yang sesuai dengan konteks Indonesia. Pemimpin negara memiliki peran penting dalam membuat keputusan yang berdampak pada kehidupan masyarakat, tetapi pemilihan pemimpin seringkali memicu konflik yang dapat mengganggu stabilitas sosial dan persatuan. Sebagai warga negara Indonesia yang beragama Kristen, terdapat kesempatan untuk menggabungkan nilai-nilai kepemimpinan nasional dan spiritual yang seringkali dianggap saling bertentangan. Penelitian ini menerapkan studi literatur dengan menganalisis informasi dari jurnal, buku, dan sumber lain yang relevan mengenai dua variabel utama, yaitu kepemimpinan Soekarno dan Musa. Dengan menggunakan metode komparatif, penelitian ini menemukan kesamaan, perbedaan, serta potensi penggabungan dari kedua model kepemimpinan tersebut. Analisis menunjukkan bahwa baik Soekarno maupun Musa mempunyai visi yang jelas, kemampuan untuk menggerakkan massa, dan keberanian dalam menghadapi tantangan besar. Interaksi di antara keduanya menghasilkan model kepemimpinan yang mempertemukan nilai-nilai spiritualitas dan nasionalisme, yang sangat relevan untuk konteks Indonesia yang beragam dan religius. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggabungan nilai-nilai kepemimpinan Soekarno dan Musa dapat memperkaya pemikiran tentang kepemimpinan kontekstual yang menekankan pada keadilan, demokrasi, dan keseimbangan antara aspek spiritual dan kebangsaan. Model ini diharapkan menjadi warisan yang relevan untuk menciptakan kepemimpinan yang kuat dan inklusif di Indonesia. Kata Kunci: Warisan Kepemimpinan; Kepemimpinan Kontekstual; Soekarno dan Musa; Studi Komparatif; Indonesia