Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE EFFECTIVENESS OF DEVELOPMENTAL PRE-SCREENING QUESTIONNAIRE MONITOR BOOK IN INCREASING KNOWLEDGE : QUASI PRE EXPERIMENTAL Ni Nyoman Ayuk Widiani; Made Pradnyawati Chania
Jurnal Smart Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/01evhb35

Abstract

Child development monitoring is very important. The prevalence of developmental delays in children under 5 years of age in Indonesia in 2018 was reported by WHO as 7,512.6 per 100,000 population (7.51%). The purpose of this study was to determine the effectiveness of the Developmental Pre-Screening Questionnaire (DPSQ) monitoring book in increasing caregivers' knowledge in conducting early detection of early childhood development. This study was a quasi-pre-experimental study with a one-group pretest and posttest design. The sample in this study were all caregivers at the Metta Mama &Maggha Foundation. The results of the study showed that the average level of caregiver knowledge in conducting Early Detection of Early Childhood Development before being given the DPSQ monitoring book was 74.81. The average level of knowledge of caregivers in conducting Early Detection of Early Childhood Development after being given the DPSQ monitoring book was 95.19 (p value = 0.000). From the results of this study, it is expected that caregivers can carry out early detection of development with the DPSQ so if there is a developmental delay, appropriate handling can be carried out.
Pengaruh Baby Massage Terhadap Kejadian Konstipasi dan Dermatitis Bayi Usia0 - 6 Bulan Made Pradnyawati Chania; Ni Nyoman Ayuk Widiani
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.082 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v12i2.327

Abstract

Kesehatan anak salah satu faktor utama penyebab masalah dalam bidang kesehatan yang terjadi di Negara Indonesia saat ini. Dalam menentukan derajat kesehatan terdapat beberapa indikator, salah satunya yaitu angka kesakitan bayi. Salah satu indikator kesehatan bayi yaitu pola defekasi dan kesehatan kulit bayi. Terapi pijat merupakan bagian dari terapi non-farmakologi untuk pengobatan dan pencegahan penyakit anak. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi-Experimental dengan post-test only control group design. Penelitian dilakukan dengan membandingkan kejadian konstipasi dan dermatitis pada bayi usia 0 - 6 bulan yang diberi perlakuan baby massagedengan yang tidak diberikan perlakuan baby massagedi wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Selatan.Hasil yang didapatkan yaitujumlah kejadian konstipasi pada kelompok kontrol dan perlakuan berturut-turut adalah 26,7% dan 100% (nilai p = 0,000), Sedangkan kejadian dermatitis pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan berturut-turut adalah 13,3% dan 0% (nilai p = 0,143). Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya bahwa manfaat pijat bayi antara lainadalah meningkatkan gerak peristaltik untuk pencernaan. Sedangkan untuk kesehatan kulit,kulit bayi yang dipijat dengan minyak, akan meningkatkan fungsi penghalang kulit (skin barrier), mempersulit bakteri untuk menembus kulit, masuk ke aliran darah dan menyebabkan infeksi. Namun, kulit bayi relatif lebih tipis dan perlekatan antar sel masih longgar. Produksi kelenjar keringat dan kelenjar sebasea lebih sedikit. Hal tersebut menyebabkan potensi mengalami iritasi meningkat, dan lebih rentan terhadap infeksi, terutama yang disebabkan bakteri. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian di atas yaitu terdapat perbedaan yang signifikan kejadian konstipasi pada bayi yang diberikan baby massage dengan bayi yang tidak diberikan baby massage, dan tidak terdapat perbedaan signifikan kejadian dermatitis pada baby massage dengan bayi yang tidak diberikan baby massage.