Her, Hermanita
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsep Pendidikan Al-Ghazali: Konsep Pendidikan Perspektif Imam Al-Ghazali Her, Hermanita
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 15 No. 2 (2025): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Landasan pokok pemikiran pendidikan al-Ghazali adalah ajaran Islam itu sendiri, dimana lahirnya pemikiran yang disebut konsep pendidikan perspektif al-Ghazali ini didasari oleh kondisi dan situasi masyarakat pada saat itu sangat kacau balau bahkan manusia saat itu bisa dikatakan sedang mengalami kemerosostan moral serta mengarahkan pendidikan hanya semata tujuan dunia belaka. Adapun konsep pendidikan al-Ghazali ini berciri khas “Moral-religius” dengan tidak melupakan urusan dunia. Untuk itu al-Ghazali menciptakan sebuah konsep pendidikan yang bertujuan untuk merubah pola pikir masyarakat saat itu sehingga mereka mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat yang mencakup kebahagian dalam arti yang seluas-luasnya. Konsep pendidikan yang ditawarkan al-Ghazali ini juga tidak terlepas dari konsep pendidikan secara konfrehensif yang mencakup berbagai macam komponen pendidikan didalamnya. Konsep ini diawali oleh komponen pendidikan pada umumnya yang didalamnya juga membahas tentang; Tujuan pendidikan, kurikulum, Metode dan Media, pendidik, peserta didik, materi pengajaran dan aspek psikologis yang mendukung proses pembelajaran.
Dakwah Di Era Globalisasi Her, Hermanita
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 14 No. 2 (2024): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Realita yang ada sekarang ini pendakwah masih menggunakan metode dakwah yang monoton, kurang menarik, kaku, masih tradisional dan tidak relevan dengan perkembangan zaman, sehingga daya tarik dan minat masyarakat untuk mengikuti kegitan dakwah yang dilaksanakan oleh berbagai pihak menjadi menurun. Untuk mengantisipasi trend masyarakat modern, maka harus dapat mempersiapkan materi-materi dakwah yang lebih mengarah pada antisipasi kecenderungan-kecenderungan dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, maka seluruh komponen dan segenap aspek yang menentukan atas keberhasilan dakwah harus ditata secara professional dan disesuaikan dengan kondisi mad’u agar dapat menghasilkan kemasan dakwah yang benar-benar mampu memperbaiki dan meningkatkan semangat dan kesadaran yang tulus dalam mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran Islam. Konsep dakwah tradisional sebenarnya tidak jauh berbeda dengan konsep dakwah di era globalisasi, akan tetapi perubahan pola pikir dalam masyakat saat ini mengharuskan para pendakwah untuk memahami dakwah dan disesuaikan materi metode dan tujuannya dengan dengan konsep dakwah di era globalisasi.
STRATEGI GURU MENGHADAPI KENAKALAN SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN Her, Hermanita
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 1 (2026): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindakan siswa pada masa sekarang ini telah membuat para guru, orangtua djuga masyarakat sekitar lingkungan tempat tinggal mereka merasa bingung, terganggu dan resah dengan berbagai macam tindakan yang mereka lakukan, bahkan ada perbuatan mereka tersebut sudah tergolong dalam pelanggaran hukum. Bermacam-macam jenis tindakan yang dilakukan oleh siswa saat ini dimulai dari yang sederhana hingga kepada tindakan yang paling berat. Contoh perbuatan tersebut seperti Kebut-kebutan dijalanan yang mengganggu keamanan lalu lintas dan membahayakan diri sendiri serta orang lain, Perilaku ugal-ugalan, berandalan, urakan yang mengacaukan ketentraman masyarakat sekitar, Perkelahian antar gang, antar kelompok, antar sekolah, antar suku, sehingga terkadang membawa korbanjiwa, Membolos sekolah, lalu bergelandangan sepanjang jalan atau bersembunyi ditempat-tempat terpencil bahkan tindakan Kriminalitas anak remaja seperti: memeras, mencuri, mengancam dan intimidasi juga kerapmereka lakukan. Permasalahan siswa merupakan tanggung jawab bersama. Pihak yang ikut bertanggung jawab dalam proses pembinan siswa adalah lembaga pendidikan terutama guru. Dengan demikian menjadi suatu kewajiban bagi guru untuk mengarahkan para peserta didik menjadi siswa yang baik, kembali pada pribadi yang diinginkan oleh pendidikan agama Islam bukan hanya menguasai pengetahuan agama, tetapi juga memiliki sikap religius. Dengan kata lain bahwa guru berkewajiban mendidik muridnya dengan cara mengajar dan cara-cara lainnya menuju tercapainya perkembangan maksimal sesuai nilai-nilai Islam. Tindakan siswa pada masa sekarang ini telah membuat para guru, orangtua djuga masyarakat sekitar lingkungan tempat tinggal mereka merasa bingung, terganggu dan resah dengan berbagai macam tindakan yang mereka lakukan, bahkan ada perbuatan mereka tersebut sudah tergolong dalam pelanggaran hukum. Bermacam-macam jenis tindakan yang dilakukan oleh siswa saat ini dimulai dari yang sederhana hingga kepada tindakan yang paling berat. Contoh perbuatan tersebut seperti Kebut-kebutan dijalanan yang mengganggu keamanan lalu lintas dan membahayakan diri sendiri serta orang lain, Perilaku ugal-ugalan, berandalan, urakan yang mengacaukan ketentraman masyarakat sekitar, Perkelahian antar gang, antar kelompok, antar sekolah, antar suku, sehingga terkadang membawa korbanjiwa, Membolos sekolah, lalu bergelandangan sepanjang jalan atau bersembunyi ditempat-tempat terpencil bahkan tindakan Kriminalitas anak remaja seperti: memeras, mencuri, mengancam dan intimidasi juga kerapmereka lakukan. Permasalahan siswa merupakan tanggung jawab bersama. Pihak yang ikut bertanggung jawab dalam proses pembinan siswa adalah lembaga pendidikan terutama guru. Dengan demikian menjadi suatu kewajiban bagi guru untuk mengarahkan para peserta didik menjadi siswa yang baik, kembali pada pribadi yang diinginkan oleh pendidikan agama Islam bukan hanya menguasai pengetahuan agama, tetapi juga memiliki sikap religius. Dengan kata lain bahwa guru berkewajiban mendidik muridnya dengan cara mengajar dan cara-cara lainnya menuju tercapainya perkembangan maksimal sesuai nilai-nilai Islam.