Pendidikan memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi diri siswa agar menjadi pribadi yang berilmu, berpengetahuan luas, dan mampu memahami ilmu yang diajarakan. Dalam islam, tujuan utama pendidikan adalah untuk meraih ridha allah swt, yang hanya dapat dicapai dengan mamahami ajarannya melalui al-qur’an dan hadits, keduanya berbahasa arab. Untuk itu diperlukan pengenalan terhadap aksara arab sejak dini. Di MI Kebokicak Dapurkejambon Jombang, siswa kelas 2 mempelajari pegon menggunakan kitab yang dibuat dari madrasah. Setelah melakukan pra review dengan wawancara kepada guru mata pelajaran pego yakni Ibu Maulidatus Sholichah, S.Pd. Siswa masih mengalami kesulitan dalam menyambung huruf pegon, terutama dalam membedakan huruf yang dapat disambung dan yang tidak. Pembelajaran yang digunakan guru masih terbatas pada metode ceramah, dimana materi hanya dituliskan di papan tulis dan kemudian disalin siswa ke buku, sehingga kurang mendukung pemahaman visual dan praktik langsung. Bahan ajar yang telah dipakai saat ini adalah kitab pegon yang kurang lengkap dan monoton dikembangkan menjadi buku pembelajaran pego yang cukup memudahkan siswa dalam memahami mana huruf yang bisa disambung dan akan meningkatkan peunlisannya juga dan disertai dengan gambar yang menarik minat siswa untuk membacanya. Terdapat tiga rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini yaitu: 1. Bagaimana pengembangan Buku Ajar Kitab Pegon dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas 2 MI Kebokicak Dapurkejambon Jombang? 2. Apakah Buku Ajar Kitab Pegon ini dapat memenuhi kebutuhan siswa kelas 2 MI Kebokicak Dapurkejambon Jombang? 3. Bagaimana respon siswa sebelum dan sesudah menggunakan Buku Ajar pegon dalam meningkatkan keterampilan menulis pegon? Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan Research and Development atau disebut dengan (R&D). instrumen pengumpulan data disini peneliti menggunakan wawancara, observasi, dan angket. Untuk subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 2 MI Kebokicak Dapurkejambon Jombang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1. Pengembangan buku pegon dilakukan melalui analisis kebutuhan, penyusunan materi yang sesuai kemampuan, serta pembuatan latihan menulis secara bertahap. Buku ini disusun agarmudah dipahami oleh siswa kelas 2 dan membntu mereka lebih terarah dalam belajar menulis huruf pegon. 2. Buku ajar ini dirancang sesuai dengan karakteristik siswa kelas 2. Penyajian materi yang sederhana, visual menarik, dan soal-soal yang bervariasi menjadikan siswa lebih mudah memahami isi buku dan lebih tertarik dalam mengikuti pelajaran. 3. Sebelum buku digunakan, siswa tampak kurang aktif dan mengalami kesulitan menulis pegon. Setelah penerapan buku, terjadi peningkatan antusiasme dan kepercayaan diri siswa, serta peningkatan hasil belajar dari rata-rata 68,3% menjadi 88,5%.