Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Berbasis Nilai Mengintegrasikan Akhlak Untuk Mencerdaskan Generasi Millenial Abu Bakar, Helmi
Ameena Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v3i2.171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pendidikan berbasis nilai yang mengintegrasikan akhlak dalam mencerdaskan dan membentuk karakter generasi millenial di Indonesia. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk menggali pengalaman, persepsi, dan praktik di beberapa sekolah yang menerapkan pendidikan berbasis nilai. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara tematik untuk menemukan pola penerapan dan tantangan yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berbasis nilai yang terintegrasi dengan akhlak mampu meningkatkan kesadaran moral, membangun karakter positif, serta memperkuat sikap empati dan kepedulian sosial pada siswa. Selain berkontribusi pada prestasi akademik, pendidikan ini juga menekan perilaku menyimpang, seperti bullying dan intoleransi. Keterlibatan orang tua dan masyarakat menjadi faktor pendukung utama dalam keberhasilan implementasi pendidikan berbasis nilai. Namun, beberapa tantangan masih dihadapi, seperti minimnya pelatihan untuk guru, kurangnya panduan praktis, dan keterbatasan dukungan institusi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas pendidik, pengembangan kurikulum adaptif, serta kolaborasi multi pihak sebagai strategi utama untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai dan akhlak di sekolah. Temuan ini diharapkan menjadi acuan pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan yang lebih efektif, relevan, dan berkelanjutan demi menciptakan generasi millenial yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan global.
Esensi Simbol Ritual Suluk Sebagai Media Pendidikan Karakter Spiritual Abu Bakar, Helmi; Iswadi
Jurnal Seumubeuet Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Seumubeuet
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/jsmbt.v4i2.205

Abstract

Ritual suluk dalam tradisi tasawuf merupakan praktik spiritual yang sarat dengan simbol-simbol edukatif yang berfungsi sebagai media pendidikan karakter masyarakat Islam. Artikel ini bertujuan menganalisis makna simbolik ritual suluk serta relevansinya sebagai media pendidikan karakter dalam perspektif pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui kajian terhadap kitab-kitab tasawuf klasik, hadis Nabi, serta literatur pendidikan, psikologi, dan ilmu sosial modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol ritual suluk—seperti peran mursyid, duduk sila ke kiri, penggunaan selendang, suasana kegelapan, khadim suluk, dan praktik menutup kepala saat tawajuh—mengandung nilai-nilai pendidikan karakter yang mencakup pengendalian diri, kedisiplinan, kerendahan hati, pelayanan, solidaritas sosial, serta kesadaran spiritual. Simbol-simbol tersebut berfungsi sebagai media internalisasi nilai melalui pengalaman langsung (experiential learning) yang mengintegrasikan dimensi spiritual, emosional, dan sosial. Dalam konteks krisis moral dan degradasi karakter masyarakat modern, ritual suluk menawarkan model pendidikan karakter holistik berbasis spiritualitas Islam yang relevan untuk dikontekstualisasikan dalam pendidikan nonformal dan pengembangan karakter masyarakat Islam kontemporer.