Pengalihfungsian Danau Kuranding di Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan dari awalnya sebagai habitat biota air tawar berganti menjadi tempat destinasi wisata, memicu adanya kekhawatiran atas dampak negatif terhadap biota yang hidup di danau tersebut. Selain itu, penelitian tentang kekayaan fitoplankton dan kondisi fisik-kimiawi di lingkungan danau ini belum pernah dilakukan, sehingga diharapkan data hasil penelitian dapat digunakan sebagai source data. Penelitian bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas fitoplankton di Danau Kuranding, termasuk kekayaan spesies, kelimpahan, dan keanekaragaman fitoplankton, serta untuk menilai kondisi ekologis dan kesuburan perairan berdasarkan indikator biologis fitoplankton. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif yaitu dengan cara survei lapangan untuk pengambilan sampel air di tiga lokasi area danau (inlet, midlet, outlet), identifikasi spesies fitoplankton, dan analisis kualitas air danau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton di Danau Kuranding dari tertinggi hingga terendah sebagai berikut 15.180 individu/l (outlet), 5.939 individu/l (midlet), dan di inlet sebesar 2.580 individu/l. Tingkat keanekaragaman spesies termasuk kategori sedang hingga tinggi, sedangkan Indeks Kemerataan menunjukkan distribusi spesies yang cukup merata, Indeks Dominansi menunjukkan tidak adanya spesies tunggal yang sangat dominan secara mutlak. Data pengukuran parameter abioatik menunjukkan dukungan atas kondisi ekosistem yang relatif stabil. Disimpulkan bahwa struktur komunitas fitoplankton di Danau Kuranding berdasarkan Indeks Saprobik termasuk dalam kelas mesosaprobik, dengan parameter ekologis yang masih mendukung kehidupan planktonik namun harus diawasi secara berkala untuk mencegah terjadinya eutrofikasi.