Hidayat, Muhammad
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tradisi Suluk Tarekat Naqsyabandiyah Dayah Hidayatullah Subulussalam Dalam Perspektif Alquran Surah Almaidah/5: 35 Islaila, Tri; Hidayat, Muhammad; Munandar, Munandar
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 11, NO 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v11i1.25633

Abstract

AbstrakAlquran mengajarkan kita untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui perjalanan spiritual yaitu suluk. Penelitian ini membahas tentang tradisi suluk tarekat Naqsabandiyah Dayah Hidayatullah Subulussalam dalam perspektif Alquran surah Almaidah/5: 35, dengan tujuan mengetahui apa saja praktik yang dilakukan selama suluk dan bagaimana perspektif Alquran surah Almaidah/5: 35 terhadap praktik suluk tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah agar menambah kecintaan kepada Allah SWT.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat lapangan (Field Reserch) dan kepustakaan (Library Reserch), dengan mengumpulkan data melalui wawancara, dokumentasi dan menggunakan karya ilmiah lainnya yang berkaitan dengan suluk tarekat Naqsyabandiyah Dayah Hidayatullah Subulussalam. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa praktik suluk tarekat Naqsyabandiyah Dayah Hidayatullah Subulussalam adalah bai’at, solat, puasa, rabiṭah mursyid, tawajjuh, zikir dan khatam. Praktik ini sudah sesuai dengan konsep mendekatkan diri kepada Allah dalam Alquran surah Almaidah/5: 35, yaitu dengan mencari jalan menuju Allah, mematuhi perintah dan menjauhi larangan Allah SWT.Kata Kunci: Suluk, Dayah Hidayatullah, tarekat Naqsyabandiyah.
Korelasi Fenomena Gempa Bumi Dengan Perbuatan Manusia Dalam QS. Asy-Syura/42:30 Nafsiah, Nafsiah; Hidayat, Muhammad; Is, Fadhilah
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 11, NO 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v11i1.25637

Abstract

AbstrakDalam kajian teologis, Islam memberikan pemahaman bahwa bencana alam merupakan musibah yang sering kali dikaitkan dengan dosa yang diakibatkan oleh perbuatan manusia. Penelitian ini membahas tentang korelasi fenomena gempa bumi dengan perbuatan manusia dalam QS. asy-syura/42: 30, dengan tujuan agar mengetahui bagaimana ajaran Islam memandang musibah sebagai konsekuensi dari perbuatan manusia yang melanggar etika lingkungan, serta menghubungkan fenomena gempa bumi dengan perbuatan destruktif manusia terhadap alam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat kepustakaan (Library Research), dengan mengumpulkan data melalui artikel, penafsiran Alquran oleh para ulama, serta karya intelektual para ilmuwan atau cendekiawan yang telah diuji dan dianggap relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bencana alam, termasuk gempa bumi merupakan salah satu akibat dari perbuatan manusia yang merusak keseimbangan alam sesuai dengan ajaran Islam. Perbuatan manusia berupa eksploitasi sumber daya alam, serta praktik destruktif lainnya seperti fracking, pertambangan dan peledakan besar-besaran dapat mempengaruhi kestabilan tanah dan struktur geologis gunung yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya gempa bumi. Kata Kunci: Gempa bumi, Bencana Alam, Alquran.
Mandi Pangir Menyambut Bulan Ramadhan Dalam Perspektif Hadis Fadhil, Muhammad; Hidayat, Muhammad
SHAHIH (Jurnal Ilmu Kewahyuan) Vol 7, No 1 (2024): SHAHIH (Jurnal Ilmu Kewahyuan) Jan-Jun 2024
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/shh.v7i1.21015

Abstract

This research discusses the Mandi Pangir tradition in welcoming the holy month of Ramadan seen from a hadith perspective. The aim of this research is to find out how the Pangir Bathing tradition is usually carried out in the month of Ramadan. And to find out the hadith's view of the pangir bath in the month of Ramadan. The focus of this research is looking at the tradition of mandi pangir developing in society, how the tradition of marpangir in welcoming Ramadhan is carried out by the community, and how the opinions of experts in the field respond to the mandi pangir tradition. Religion and Community Figures, then supported by literature studies related to theoretical opinions. From the results of field research, it was found that the marpangir tradition is a hereditary tradition that has existed since ancient times. Based on quotes from hadiths relating to cleanliness, fragrance, health and joy in welcoming the holy month of Ramadan regarding the tradition of bathing in Pangir, it can be concluded that the tradition of bathing in Pangir is not prohibited if it is carried out according to Islamic teachings. The pangir bathing tradition is just a custom that is carried out because of feelings of joy in welcoming the holy month of Ramadan.