p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal ABDIMAS MUTIARA
Eldha Novarina Tarigan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

PIJAT AKUPRESURE LAKTASI TINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI KLINIK MEDISKA MEDAN Sembiring, Rinawati; Eldha Novarina Tarigan
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6266

Abstract

Akupresure merupakan pengobatan tradisional Indonesia yang berasal dari budaya Cina dengan memberikan penekanan pada titik tertentu menggunakan jari. Efek penekanan titik akupresure dapat merangsang hipofisis yang berada di otak untuk mengeluarkan hormon prolaktin dan hormon oksistosin ke dalam darah sehingga produksi ASI meningkat. Akupresure laktasi juga memiliki manfaat tambahan seperti meningkatkan sirkulasi darah di daerah payudara, yang mendukung kelancaran aliran ASI dari ibu yang diberikan pijat akupresur secara teratur mengalami peningkatan produksi ASI yang signifikan dibandingkan dengan ibu yang tidak mendapatkan pijat tersebut. Selain itu, pijat ini dapat memberikan efek relaksasi bagi ibu, yang berpotensi mengurangi ketegangan otot dan kelelahan, dua faktor yang dapat mempengaruhi kelancaran menyusui (Sari 2020). Oleh sebab itu dipandang perlu untuk melakukan pijat akupresur pada ibu nifas di Klinik Mediska Medan untuk meningkatkan produksi ASI sehingga kebutuhan nutrisi bayi tercukupi dengan baik sesuai kebutuhan dan ibu juga menjadi lebih relaks dan dapat menyusukan dengan tenang.
PEMBERIAN JUS WORTEL (DAUCUS CAROTA) ATASI DISMENOREA SISWI SMK-TR PEMBANGUNAN NASIONAL PANTAI LABU Sembiring, Rinawati; Eldha Novarina Tarigan
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6898

Abstract

Latar belakang: Menstruasi merupakan peristiwa penting dalam kehidupan seorang remaja putri. Beberapa remaja mengalami gangguan pada saat haid (dismenorea). Penanganan nyeri menstruasi terbagi dua kategori yaitu pendekatan farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu penanganan nonfarmakologi adalah pemberian jus wortel. Wortel merupakan salah satu sayuran yang biasanya dimanfaatkan sebagai bahan sayur sop atau dijadikan campuran makanan. Tujuan: Pemberian jus wortel pada siswi SMK - TR Pembangunan Nasional Pantai Labu dilaksanakan dalam kegiatan  program pengabdian masyarakat khususnya terhadap remaja yang bertujuan untuk menurunkan nyeri/dismenorea yang dialami remaja siswi pada saat haid. Partisipan pada kegiatan ini adalah seluruh siswi SMK - TR Pembangunan Nasional Pantai Labu sebanyak 93 orang yang dilaksanakan pada minggu ke empat bulan November 2025. Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan tahapan: 1) memberikan penjelasan tentang tujuan kegiatan; 2) mendata demografi siswi untuk partisipan giat PkM; 3) memberikan edukasi tentang nyeri haid dan upaya nonfarmakologis upaya mengatasi nyeri haid; 4)  melatih siswi mempersiapkan jus wortel  cara mengonsumsinya. Hasil evaluasi dari remaja didapatkan informasi manfaat dari wortel yang dikonsumsi sebanyak 250 gram dan diolah menjadi jus dengan tambahan air 200 cc dan dilakukan 2 kali sehari dengan interval 4 jam selama 3 hari berturut-turut sejak hari pertama haid. Dapat disimpulkan bahwa mengonsumsi jus wortel sewaktu haid dapat mengurangi  nyeri haid (dismenorea). Kesimpulan: Kandungan vitamin E dan betakarotein pada wortel dapat memblok prostaglandin yang direlease tubuh saat haid. Prostaglandin merupakan hormon yang berperan menyebabkan dismenore atau nyeri haid. Untuk itu, diharapkan agar remaja putri dapat memanfaatkan minuman jus wortel untuk mengurangi nyeri menstruasi sebagai salah satu cara nonfarmakologi yang aman dan mudah untuk didapatkan.