Pendidikan memainkan peranan krusial dalam membentuk generasi unggul yang berkarakter Pancasila. Penelitian ini ditujukan untuk mengevaluasi dampak dari pimpinan sekolah dan partisipasi guru terhadap pembentukan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini unik karena menyoroti kolaborasi antara pemimpin sekolah dan guru sebagai faktor kunci pembentukan karakter siswa di tingkat madrasah, yang masih jarang diteliti secara kuantitatif. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan menerapkan metode pengambilan sampel secara acak yang sederhana (simple random sampling) terhadap 59 guru sebagai responden. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki pengaruh positif, namun pengaruh tersebut tidak mencapai tingkat signifikansi secara statistik secara parsial (signifikansi 0,566; t hitung 0,577 < t tabel), sementara keterlibatan guru berpengaruh positif dan signifikan (signifikansi 0,004; t hitung 3,002 > t tabel). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap pembentukan Profil Pelajar Pancasila (signifikansi 0,000; F hitung 14,331 > F tabel) dengan kontribusi sebesar 31,5% (Adjusted R Square 0,315). Artinya, keterlibatan guru memegang peran utama dalam pembentukan karakter siswa, sedangkan kepemimpinan kepala sekolah tetap memberikan kontribusi positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi antara kepala sekolah dan guru merupakan strategi krusial dalam mengembangkan kepribadian siswa yang didasarkan pada prinsip-prinsip Pancasila.