Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Pengisian Formulir Ringkasan Masuk Dan Keluar Di Tinjau Dari Faktor Internal Dan Eksternal Petugas Kesehatan Di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Zainab Tahun 2024 Ardianti, Vivi; Paramita, dr. Ranika; Basir, Nur’aina
Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal)
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jrm.Vol4.Iss1.1349

Abstract

Pada pengisian formulir ringkasan masuk dan keluar di Rumah Sakit Ibu dan Anak Zainab terdapat beberapa kesenjangan antara pengisian formulir terhadap petugas kesehatan. Di antaranya sikap petugas yang belum konsisten dalam melakukan pengisian formulir dan perlu peningkatan kesadaran pentingnya melengkapi formulir serta masih ditemukan kondisi dimana terdapat ketidaklengkapan dan belum adanya standar operasional prosedur khusus pada formulir ringkasan masuk dan keluar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptifdengan pendekatan kuantitatif dengan teknik simple random sampling. Responden berjumlah 31 orang, terdiri dari 15 orang Dokter dan 16 orang Perawat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Pengolahan data menggunakan aplikasi SPSS dan Microsoft Excel. Pengisian formulir ringkasan masuk dan keluar dilihat pada usia Petugas Kesehatan dengan rentang (Dokter) ≥ 35 tahun dan (Perawat) ≥ 20 tahun. Berdasarkan hasil penelitian terdapat perbedaan nilai signifikansi antara Dokter (0,002) dan Perawat(0,041). Kemudian diperoleh nilai signifikansi sikap petugas Dokter dan Perawat sebesar (0,001) artinya tidak terdapat perbedaan nilai signifikansi. Selanjutnya pada SOP Petugas Kesehatan terdapat perbedaan nilai signifikansi sebesar 0,007 (Dokter) dan 0,009 (Perawat). Kesimpulan dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa Usia, Sikap dan Standar Operasional Prosedur memiliki pengaruh dalam pengisian formulir ringkasan masuk dan keluar. Saran untuk penelitian lebih lanjut agar dapat mengkaji efektivitas SOP, serta meluangkan sedikit waktu bagi Petugas untuk mengisi formulir secara lengkap dan akurat.
Efektivitas Penggunaan Fingerprint Terhadap Pasien Jaminan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Di Rumah Sakit Bina Kasih Pekanbaru Tahun 2024 Muhamar Dani; Silitonga, Tona Doli; Paramita, dr. Ranika; Ricardo, Ricardo
Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal)
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jrm.Vol4.Iss1.1377

Abstract

BPJS Kesehatan sebagai Badan Penyelenggaraan merupakan badan hukum publik yang dibentuk untuk menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi seluruh rakyat Indonesia, diamanatkan untuk mengembangkan system pelayanan Kesehatan, sistem kendali biaya, serta system pembayaran pelayanan kesehatan yang efesien dan efektif. Menurut BPJS untuk rumah sakit, aplikasi sidik jari memastikan kualitas permintaan layanan BPJS Kesehatan dan mencegah kemampuan untuk memberikan layanan medis kepada peserta yang tidak berwenang. Maka dari itu mengetahui Efektivitas penggunaan fingerprint terhadap pasien jaminan badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) Kesehatan di Rumah Sakit Bina Kasih Pekanbaru 2024. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian ini berjumlah 3 Orang yang terdiri dari 1 orang kepala pendaftaran, 1 orang pendaftaran dan 1 orang petugas IT data yang di peroleh data primer dan data skunder. Data primer yaitu data yang di peroleh langsung dari informan melalui wawancara, sedangkan data skunder yaitu data yang di peroleh dari dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu petugas sudah diberikan sosialisasi tentang pennggunaan fingerprint akan tetapi petugas juga mengalami kesulitan saat mendaftarkan pasien di karenakan sidik jari pasien sulit untuk terdekteksi, fingerprint dapat mencegah penyalahan penggunaan kartu dan pemalsuan data. Kesimpulan yaitu Rumah Sakit Bina Kasih Pekanbaru Memiliki petugas bagian pendaftaran Rumah Sakit Bina Kasih Pekanbaru memiliki hambatan dalam penggunaan fingerprint dibagian pendaftaran rawat jalan bahwa terdapat kelemahan dalam penggunaan fingerprint yaitu petugas mengalami kesulitan ketika pasien yang sudah berumur melakukan fingerprint dikarenakan sidik jari pasien semakin menipis sehingga sulit untuk terdeteksi, jaringan yang terkadang mengalami gangguan membuat waktu tunggu pasien menjadi lama sehingga terjadinya penumpukan nomor antrian pasien. Dampak yang ditimbulkan dalam penerapan fingerprint dibagian pendaftaran rawat jalan  yaitu dapat mencegah penyalahgunaan kartu dan mencegah potensi pemalsuan data, dan fingerprint lebih memberikan kepastian jaminan pelayanan kesehatan sesuai haknya. Sebelum diterapkannya fingerprint di Rumah Sakit Bina Kasih Pekanbaru yaitu bahwa pasien ketika berobat tidak perlu melakukan fingerprint dan pasien masih bisa diwakilkan oleh pihak kelurga ketika mendaftar ke poli yang dituju. Sedangkan sesudah diterapkannya fingerprint   pasien ketika berobat tidak bisa diwakilkan oleh pihak keluarga untuk mendaftar hanya yang bisa mendaftarkan dirinya sendiri dikarenakan harus melakukan fingerprint.