Sridama Yanti Harahap
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSEPSI PASIEN TERKAIT PENERAPAN CARING PERAWAT DI RUANG RAWAT JALAN DAN RAWAT INAP Sridama Yanti Harahap; Seriga Banjarnahor; Lenny Lusia Simatupang
Excellent Midwifery Journal Vol. 8 No. 1 (2025): EDISI APRIL
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Caring adalah esensi dari praktik keperawatan profesional. Namun, banyak praktik keperawatan di Indonesia masih berfokus pada tugas atau task oriented dan belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai perawatan transpersonal yang dikembangkan oleh Jean Watson. Studi ini berfokus pada penilaian efek program penguatan budaya transpersonal caring terhadap komunikasi, sikap, dan perilaku caring perawat serta pandangan pasien di Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Hospital (MTMH), Sumatera Utara. Penelitian menerapkan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan pre-post assessment. Sampel mencakup 354 perawat (85% dari 415 yang memenuhi syarat) dan 158 pasien dirawat inap (65% dari keseluruhan populasi). Data dikumpulkan menggunakan dua instrumen: Caring Nurse-Patient Interactions Scale (CNPI) dan Client Perception of Caring Scale (CPC). Proses mencakup prassesmen, pelatihan, penerapan, pengawasan, dan penilaian yang berkelanjutan. Analisis dilaksanakan dengan cara deskriptif. Sebagian besar pasien menilai pelayanan keperawatan dalam kategori baik (rawat inap 47,98%, rawat jalan 48,2%), tetapi tingkat kepuasan “sangat baik” masih kurang dari 30%. Skor caring perawat terletak pada kategori cukup baik (66,2%), dengan durasi pendidikan rata-rata hanya 5-6 menit setiap shift. Persepsi pasien mengenai sikap perawat juga dianggap cukup baik (34%) dan baik (29,8%), tetapi 31% menyatakan bahwa perawat lebih mengutamakan tugas dibandingkan dengan kebutuhan holistik, serta 14% merasa frustrasi dengan perilaku perawat. Komunikasi internal perawat umumnya tergolong baik, meskipun terdapat praktik agresif dan konflik antarpribadi. Ada perbedaan antara nilai caring yang dipercayai perawat dengan pengalaman caring yang dialami pasien. Intervensi melalui pelatihan transpersonal caring, peningkatan komunikasi empatik, dan penguatan peran kepemimpinan keperawatan dibutuhkan untuk menciptakan budaya caring yang berkelanjutan dan memperbaiki kualitas pelayanan keperawatan. Kata Kunci: caring, perawat, transpersonal, kepuasan pasien, komunikasi
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kegagalan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu dengan Bayi 6-12 Bulan di RSIA Murni Teguh Masriayanti Berutu; Sridama Yanti Harahap
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v2i4.2500

Abstract

The World Health Organization (WHO) stated that the prevalence of exclusive breastfeeding data globally, although there has been an increase, has not increased significantly, which is around 44% of the target of 50%. Factors suspected of influencing failure are knowledge, perception, family support, and employment. Objective: To determine the factors influencing the failure of exclusive breastfeeding in mothers with babies aged 6-12 months. Method: This type of research is descriptive analytical using the cross-sectional method. The study was conducted at RSIA Murni Teguh Rosiva Medan. The population was 62 people and all of them were used as samples (total sampling). Sampling was done by purposive sampling. The data used were primary data and secondary data. The analysis was conducted univariately and bivariately using the Chi-Square test. Results: Factors that influence the failure of exclusive breastfeeding at the Murni Teguh Rosiva Mother and Child Hospital Medan are perception (p = 0.000 <0.05), family support (p = 0.015 <0.05), and work (p = 0.032 <0.05), while the knowledge variable has no effect (p = 0.654 > 0.05). Conclusion: perception, support, family and work influence the failure of exclusive breastfeeding. Suggestion: It is recommended that nurses at the Murni Teguh Rosiva Medan Hospital encourage new mothers to only give breast milk to their babies until they are 6 months old