Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONTRUKSI MAHASISWI GEN Z SURABAYA TERHADAP REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM KONTEN FEMININE ENERGY DI TIKTOK intan, Intan Fadiyah
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 12 No 01 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/jsga.v12i01.12198

Abstract

Penelitian ini membahas pandangan mahasiswi Gen Z di Surabaya terhadap representasi perempuan melalui konten “feminine energy” di TikTok. Feminine energy adalah konsep yang menonjolkan sisi feminin seseorang, seperti kelembutan, keanggunan, dan kecerdasan emosional, yang dianggap sebagai kekuatan dalam menciptakan kehidupan yang seimbang dan harmonis. Di TikTok, konsep ini menjadi tren populer karena menghadirkan panduan mengenai pengembangan sifat-sifat feminin, mulai dari perawatan diri hingga pengelolaan emosi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi pemahaman dan makna yang diberikan mahasiswi terhadap konsep tersebut. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan teori konstruksi sosial dari Peter Berger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten “feminine energy” di TikTok menjadi sumber motivasi bagi mahasiswi dalam memahami dan mengembangkan karakter feminin mereka. Konten ini tidak hanya memberikan panduan praktis, seperti tips merawat diri dan berpakaian, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri, kesadaran diri, serta keseimbangan emosional. Namun, sebagian mahasiswi menyadari adanya risiko dari standar feminin yang terlalu kaku, yang berpotensi membatasi kebebasan berekspresi. Konsep feminine energy ini memiliki peluang besar untuk menjadi alat pemberdayaan perempuan jika diterapkan secara kritis dan fleksibel, tanpa mengabaikan keunikan dan identitas masing-masing individu. TikTok, sebagai media sosial yang sangat berpengaruh, memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman baru tentang feminitas di era digital.