Sebagai bentuk tanggungjawab sosial perbankan maka diperlukan praktik green banking dalam kontribusi yang positifbaik lingkungan ataupun sosial. Ini perlu dilaksanakan sebab perbankan mempunyai dampak negatif baik langsungataupun tidak pada lingkungan dan sosial yang sebabnya dari kegiatan operasional perbankan itu sendiri. Dengan ini,fokus dari perbankan bukan hanya untuk memperoleh keuntungan semata namun berlaku etis melalui melaksanakanbisnis dengan efisien agar terciptalah keuangan berkelanjutan juga membagikan kebermanfaatan pada sosial danlingkungan. Maka tujuan dari penelitian ini guna mengetahui berbagai faktor yang mempengaruhi pengungkapangreen banking, yakni capital adequacy ratio, profitabilitas, diversitas gender direksi, komite audit, dan humanresource slack. Peneliti melakukan teknik analisis data menerapkan regresi data panel serta analisis statistik deskriptifmemanfaatkan teknologi software Eviews 12. Objek penelitian yang digunakan, yakni sektor bank umumkonvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017-2022. Peneliti menerapkan data sekundermelalui teknik purpove sampling serta didapatkan 12 perusahaan ataupun 72 data observasi sebagai sampel penelitian.Temuan penelitian ini menyebutkan bahwasanya capital adequacy ratio berpengaruh positif pada pengungkapangreen banking. Disamping itu profitabilitas, diversitas gender direksi, komite audit, dan human resource slack tidakberpengaruh terhadap green banking. Penelitian ini harapannya bisa dijadikan referensi bagi peneliti berikutnya sertabisa diteliti kembali dengan perluasan sampel serta variabel independen pada sektor bank umum konvensional. Kata Kunci-kualitas audit, fee audit, audit delay, ukuran perusahaan klien