Tambun, Rani Leonita
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Pupuk P dan K Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Tambun, Rani Leonita; Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 07 (2025): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.07.07

Abstract

Tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan tanaman merambat yang termasuk dalam keluarga Cucurbitaceae. Mentimun cukup digemari oleh masyarakat Indonesia karena mengandung banyak vitamin dan mineral. Produksi mentimun di Jawa Timur mengalami fluktuasi pada lima tahun terakhir. Produksi yang masih fluktuatif dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu kesuburan tanah yang menurun, sehingga perlu dilakukan pemupukan P dan K untuk meningkatkan produksi tanaman mentimun. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara pupuk P dan pupuk K serta mendapatkan dosis pupuk yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil buah mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2023 di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian merupakan percobaan faktorial yang disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara pemberian dosis pupuk P dan K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Pemberian dosis fosfor dan kalium berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Dosis pupuk fosfor 90 kg ha-1 dan 120 kg ha-1 memberikan hasil yang lebih tinggi pada bobot buah per buah, bobot buah per tanaman dan hasil per hektar dibandingkan dengan dosis 60 kg ha-1. Dosis pupuk kalium 200 kg ha-1 memberikan hasil yang lebih tinggi pada bobot buah per tanaman dan hasil per hektar dibandingkan dengan dosis 50 kg ha-1.