AbstrakRumah sakit termasuk dalam kriteria tempat kerja dengan berbagai ancaman berbahaya yang berdampak pada kesehatan. Bukan hanya pada petugas rumah sakit tetapi juga pasien dan pengunjung rumah sakit. Sudah seharusnya pihak rumah sakit menerapkan upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada petugas cleaning service saat melakukan pekerjaannya.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu dengan menggambarkan keadaan penggunaan alat pelindung diri pada petugas cleaning service di RSUD KRT. Setjonegoro. Subjek penelitian adalah alat pelindung diri pada petugas cleaning service di RSUD KRT. Setjonegoro. Jumlah petugas yang dijadikan responden berjumlah 32 orang. Cara pengumpulan data yaitu wawancara kepada para petugas dan observasi. Jenis APD yang disediakan yaitu pakaian kerja, sepatu kerja, masker, dan sarung tangan. Masing-masing APD berjumlah 32 buah dan disediakan untuk semua petugas cleaning service. Semua APD yang disediakan dalam kondisi baik. Penggunaan APD sesuai dengan Aktivitas kerja yang dilakukan petugas. Belum diadakanya pelatiha penggunaan APD. Pengawasan dan penegakan aturan dilakuakan oleh pengawas cleaning service. Bahaya dan risiko yang ada pada petugas clesning service adalah mengalami penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja.Disimpulkan dari penelitian ini adalah jenis APD yang disediakan sudah sesuai dengan jenis pekerjaan dan jumlah petugas, APD dalam keadaan baik, pengawasan dan pemberlakuan aturan diterapkan oleh pengawas cleaning service sehingga bahaya dan risiko yang ada pada petugas cleaning service antara lain mengalami penyakit akibat kerja dan kecelakan kerja dapat dicegah.