This Author published in this journals
All Journal FARMASAINKES
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POTENSI SENYAWA BIOAKTIF PHALERIA MACROCARPA TERHADAP RESEPTOR ESTROGEN ALFA SEBAGAI TERAPI KANKER PAYUDARA SECARA MOLECULAR DOCKING Rahmadi Pratama, Rizki; Amelia Putri, Irena; Indah Fajarwati, Jelita; Puji Rahmawati, Dwi; Fauzi, Muhammad
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.5217

Abstract

Kanker payudara menjadi penyebab utama kematian perempuan di seluruh dunia, oleh karena itu dibutuhkan pencarian agen antikanker yang lebih efektif dan lebih aman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi metabolit sekunder dan mikrobia endofit dari Phaleria macrocarpa sebagai sumber senyawa antikanker payudara menggunakan pendekatan in silico. Lima senyawa aktif apigenin, cafestol, fraxetin, mangiferin, dan sesamin docking terhadap reseptor estrogen alfa manusia (PDB: 3ERT) dengan AutoDock 4.0. Hasil docking menunjukkan semua senyawa menunjukkan afinitas ikatan yang baik, ditunjukkan oleh nilai energi bebas (ΔG) negatif; cafestol memiliki energi terbaik (-10,75 kkal/mol), diikuti sesamin (-8,69), apigenin (-8,42), mangiferin (-7,82), dan fraxetin (-5,78), serta nilai konstanta inhibisi (Ki) menunjukan potensi sebagai inhibitor. Visualisasi interaksi molekuler memperlihatkan kelima senyawa membentuk ikatan hidrogen dan hidrofobik dengan residu asam amino kunci di kantong aktif reseptor estrogen alfa, yaitu Glu353, Arg394, dan His524, yang diketahui penting untuk pengikatan ligan dan aktivitas inhibisi. Semua senyawa memenuhi kriteria Lipinski, dan sebagian besar memiliki profil farmakokinetik serta toksisitas (ADMET) yang baik, meskipun beberapa menunjukkan potensi mutagenisitas. Temuan ini mendukung metabolit sekunder dan endofit Phaleria macrocarpa sebagai kandidat untuk pengembangan agen antikanker payudara, namun validasi lebih lanjut secara in vitro dan in vivo masih diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.