Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mewujudkan Integrasi Budaya Dan Ukhuwah Islamiyah Melalui Ekstrakurikuler Karawitan di SMP Muhammadiyah Banguntapan Bantul Anggi Supriyadi; Ima Aprilia Fitri
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 02 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v2i02.8852

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemanfaatan seni musik karawitan di SMP Muhammadiyah Banguntapan dapat mewujudkan integrasi budaya yang menarik dengan pendidikan, pendekatan ini berkontribusi terhadap pembentukan karakter ukhuwah islamiyah bagi siswa. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen terkait program seni musik karawitan yang dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Banguntapan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan keabsahan data melalui triangulasi. Proses analisis data mencakup pemilihan data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi seni musik karawitan dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler di SMP Muhammadiyah Banguntapan tidak hanya melestarikan budaya lokal, tetapi juga meningkatkan ukhuwah islamiyah yang bagus untuk melatih disiplin, kerja sama, dan rasa tanggung jawab siswa. Selain itu, pembelajaran karawitan juga turut memperkuat identitas budaya lokal di sekolah Muhammadiyah, serta membangun apresiasi siswa terhadap warisan seni tradisional. Dengan memahami dan mengapresiasi seni karawitan, siswa dapat lebih menghargai warisan budaya lokal dan memiliki rasa bangga terhadap identitas. Melalui pembelajaran ini, siswa belajar untuk bekerja dalam tim, menghargai kontribusi anggota, dan bertanggungjawab atas peran masing-masing. Dengan melibatkan praktisi seni dan tokoh pelaku budaya, siswa juga mendapatkan pengalaman belajar yang autentik dan mendalam, serta memperkuat hubungan antara sekolah dan masyarakat.
Political Fragmentation of the Mongol Empire: Islam, Diplomacy, and Power Rivalries in the Middle East1260-1266 AD Anggi Supriyadi; Rifai , Idris Ahmad
Journal of Islamic Civilization and Culture Review Vol. 1 No. 1 (2025): Islamic Civilization: State, Identity, and Spirituality
Publisher : CV. FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/jiccr.v1i1.26

Abstract

This article discusses how the rivalry between Berke and Hulagu Khan in 1260-1266 reflects the complex dynamics of power, religion and diplomacy in the Mongol Empire. Berke Khan, the Muslim leader of the Golden Horde, challenged Hulagu Khan's superiority over the Ilkhan supported by Mongu Khan in Karakuram. The rivalry between the two not only became a battle between Mongol factions, but also marked a major geopolitical shift with Islam as one of the unifying elements within Islamic Mongol rule. Through clever diplomacy, Berke Khan forged a strategic alliance with the Egyptian Mamluks to restain Hulagu's military expeditions into Egypt, especially in the context of the threat to Islamic civilization after the destruction of Baghdad. This study explores how religious identity, diplomatic strategy and political power interacted to shape the historical landscape. It analyzes the long-term impact of the conflict on the stability of the Central Asian region, the Middle East, and the political transformation of the Mongol Empire. Using a historical and geopolitical approach, the study argues that Berke's rivalry with Hulagu Khan became an important episode in history to protect Islamic civilization from attempts at total destruction by the Mongols.