Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Review Artikel: Pengaruh Penggunaan Disintegran Terhadap Waktu Hancur Tabet Ayu, Adelia
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 01 (2025): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/vj4fnk14

Abstract

Tablets are solid preparations containing medicinal ingredients with or without fillers. Disintegrants are important additional ingredients in tablet formulations that play a role in accelerating the process of tablet disintegration into small particles, thus supporting the release and absorption of active substances in the body. The mechanism of action of disintegrants is opposite to binders and works optimally through water absorption and swelling. Various studies have shown that the type, concentration, and mixing method of disintegrants (intragranular, extragranular, or combination) greatly affect the physical properties of tablets, especially disintegration time. Superdisintegrants such as crospovidone, Primogel, and Amprotab have been shown to significantly accelerate disintegration time. In addition, local natural ingredients such as breadfruit starch, mango seeds, kepok bananas, and ganyong also show potential as alternative disintegrants. The results of the study generally showed that increasing the concentration of disintegrants accelerates the disintegration time of tablets, as long as it does not cause a decrease in physical quality such as hardness and brittleness. Thus, the selection and optimization of disintegrants are crucial aspects in the development of tablets that are effective and meet pharmaceutical quality standards
Review Artikel: Efektivitas dan Proses Sterilisasi Alat dengan Metode Panas Kering Ayu, Adelia
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 02 (2025): Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi
Publisher : PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65117/67s54843

Abstract

Sterilisasi merupakan langkah penting dalam pencegahan infeksi silang dengan tujuan membunuh seluruh mikroorganisme termasuk spora pada alat medis. Metode sterilisasi panas kering dikenal sebagai salah satu teknik yang efektif, efisien, dan ekonomis untuk alat tahan panas. Berdasarkan hasil review beberapa penelitian, sterilisasi panas kering pada suhu 130°C terbukti paling efektif dengan angka kuman 0 koloni/cm, menunjukkan kemampuan eliminasi total terhadap mikroorganisme. Kombinasi panas kering dengan teknologi tambahan seperti ozon dan inframerah meningkatkan daya sterilisasi serta mempercepat waktu proses melalui mekanisme penetrasi panas dan denaturasi protein spora. Dibandingkan dengan teknik rebus (boiling), metode panas kering memaparkan adanya siginifikansi yang besar secara hitungan (p<0,001) pada penurunan jumlah koloni Escherichia coli dan memperpanjang waktu bebas bakteri. Pada instrumen kedokteran gigi, panas kering menghasilkan zona hambat bakteri yang lebih luas (24,1 mm) dibanding teknik boiling (7,9 mm). Namun, penerapan panas kering pada masker respirator N95 perlu diperhatikan karena pemanasan berulang dapat menurunkan kesesuaian bentuk masker. Secara keseluruhan, metode sterilisasi panas kering dinilai efektif untuk alat medis tahan panas, sedangkan inovasi dengan ozon dan inframerah dapat menjadi solusi peningkatan efisiensi tanpa mengurangi efektivitas sterilisasi.