Jamur merang biasanya tumbuh di media tanam tangkai padi (merang), namun ketersediaannya yang tidak selalu ada karena mengandalkan musim tanam, maka dapat digunakan media tanam lain seperti tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Selama ini budidaya jamur merang hanya ditanam secara bedengan di dalam kumbung, sehingga membutuhkan lahan luas serta media banyak, sehingga diperlukan cara yang lebih baik untuk menghasilkan jamur merang dengan produktivitas yang tinggi. Penelitian ini dilakukan melalui inovasi penanaman jamur yang ditempatkan pada keranjang yang memiliki lubang-lubang dan dicetak yang biasanya disebut sebagai metode glu dan blog. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui waktu kerja efektif yang dibutuhkan untuk menyiapkan media tanam jamur merang (Volvariella volvacea) dan menganalisis pendapatan, keuntungan, dan ratio B/C dari produktivitas jamur merang (Volvariella volvacea). Hasil penelitian menunjukkan Waktu kerja efektif untuk persiapan media tanam jamur merang dengan metode glu dan blog yaitu 54 menit, sedangkan untuk metode keranjang memakan total waktu 36.00 menit, Meskipun demikian hasil rendemen dari metode glu dan blog lebih tinggi yaitu 6.6% sedangkan metode keranjang 3.6%. Produksi jumlah jamur merang dengan metode glu dan blog lebih menguntungan dibandingkan metode keranjang, karena fengan hasil sebanyak 264 kg/bulan dengan harga Rp 50.000 menghasilkan pendapatan yaitu Rp. 13.200.000,00. Jika total biaya sebesar Rp 12.840.666,67 sehingga memberikan keuntungan yaitu Rp 359.333. Nilai B/C ratio dari perlakuan metode glu dan blog yaitu 1.03 sehingga metode ini layak untuk dilanjutkan.