Studi ini memiliki tujuan guna mengkaji dampak ukuran Perusahaan dan profitabilitas terhadap audit delay pada perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan sampel tiga jurnal terindeks sinta yang dilatarbelakangi oleh keterlambatan laporan keuangan, yang tercermin pada kasus keterlambatan pengguna laporan keuangan untuk pengambilan keputusan seperti keputusan investasi oleh investor atau pemberian kredit bagi kreditor. Pengambilan sampel pada penelitian ketiga jurnal dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, studi ini mengindikasikan bahwasanya dampak ukuran perusahaan dan profitabilitas terhadap audit delay masih bervariasi. (1) Tikkos Sitanggang, Siti Mufidah dan Juan Moses V. Sitanggang (2025) menemukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap audit delay, sedangkan profitabilitas tidak berpengaruh terhadap audit delay, yang mengindikasi bahwa profitabilitas perusahaan yang lebih profitable dianggap memiliki manajemen yang lebih baik, hal ini tidak serta-merta membuat proses audit lebih cepat. (2) Putri Anggreini, Manatap Berliana Lumban Gaol dan Danri Toni Siboro (2024) menemukan bahwasanya kedua variabel tidak berdampak signifikan pada kinerja keuangan perusahaan, yang mengindikasi semakin besar perusahaan sehingga menyebabkan proses audit yang dilakukan semakin banyak maka audit delay semakin panjang, sedangkan apabila suatu perusahaan memiliki profitabilitas yang tinggi maka audit delay semakin pendek. (3) Apriwandi, Debbie Christine, dan Rachmat Hidayat (2023) menemukan bahwasanya ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap audit delay, dan profitabilitas tidak berpengaruh terhadap audit delay, rata-rata perusahaan besar sudah memilikisistem yang modern SDM yang memadai serta memiliki kompeten sesuai kualifikasi, dan pengendalian internal dengan baik sehingga dapat memperkecil tingkat kesalahan dalam menyajikan laporan keuangan dan akhirnya memudahkan auditor dalam proses audit. Secara keseluruhan, perbedaan perolehan studi ini dapat dipengaruhi oleh konteks industri, karakteristik perusahaan, serta kualitas SDM dan faktor eksternal yang memengaruhi pengambilan keputusan.