This Author published in this journals
All Journal Megasains
Ismail , Prayoga
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh El Niño Dan La Niña Terhadap Curah Hujan Di Biak Selama 30 Tahun (1981-2010) Ismail , Prayoga
Megasains Vol 7 No 2 (2016): Megasains Vol. 7 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46824/megasains.v7i2.202

Abstract

ENSO (El Niño-Southern Oscillation) merupakan anomali memanas atau mendinginnya suhu permukaan laut yang terjadi di Samudera Pasifik ekuatorial. ENSO memiliki dua fase: El Niño dan La Niña. Penelitian tentang pengaruh aktivitas ENSO selama periode 1981-2010 ini difokuskan di wilayah Biak yang memiliki tipe curah hujan ekuatorial. Data curah hujan bulanan Biak selama periode 1981-2010 adalah hasil observasi Stasiun Meteorologi Frans Kaisiepo Biak. Aktivitas ENSO dan telekoneksinya terhadap variabilitas curah hujan bulanan di wilayah tersebut telah dikaji dengan analisis respon curah hujan bulanan terkait aktivitas ENSO melalui perbandingan curah hujan bulanan normal dan komposit kejadian ENSO. Pada saat aktivitas El Niño, curah hujan bulanan Biak cenderung mengalami penurunan hingga mencapai 42,55% yaitu terjadi pada bulan Oktober. Aktivitas La Niña cenderung memberikan pengaruh positif terhadap curah hujan bulanan Biak hingga mencapai 54,27% yang terjadi pada bulan September. Pengaruh El Niño dan La Niña paling besar terhadap curah hujan musiman terjadi pada bulan SON atau musim transisi dari musim kemarau ke musim penghujan. Analisis korelasi antara curah hujan bulanan Biak dengan indeks Niño 3.4 selama periode 1981-2010 mengungkap bahwa aktivitas ENSO secara umum memberikan pengaruh negatif terhadap curah hujan bulanan Biak dengan koefisien korelasi tertinggi terjadi pada bulan Oktober yang mencapai -0,55. Angka ini mengindikasikan korelasi antara kedua variabel cukup kuat