Sumatera mempunyai sistem tektonik yang menarik untuk dikaji, karena terdapat sistem subduksi yang mengakibatkan dibawah daratan Sumatera terdapat 19 segmen patahan yang memanjang mulai dari Banda Aceh hingga ke Selat Sunda. Tujuan penelitian ini adalah menentukan nilai aktivitas seismik (a) dan nilai kerapuhan batuan (b) pada setiap segmen sepanjang sesar sumatera, dengan menggunakan metode Gutenberg-Richter pada database gempabumi BMKG dan ISC (International Seismological Center) dari mulai 01-01-1964 sampai 31-05-2012. Segmen Barumun dan Segmen Aceh mempunyai nilai a = 4.809 dan 4.770, paling tinggi dibanding segmen lainnya dibawah daratan Sumatra ini, nilai a paling tinggi ini berarti Segmen Barumun dan Segmen Aceh mempunyai tingkat aktifitas seismik paling tinggi, sedangkan Segmen Sumpur dan Sianok di Sumatera Barat mempunyai nilai b yang rendah yaitu 0.237 dan 0.382. Rendahnya nilai b tergambar jelas dengan adanya zona seismic gap di wilayah ini. Nilai b terendah ini berarti nilai kerapuhannya paling kecil sehingga mempunyai elastisitas yang cukup tinggi dan mampu menyimpan stress yang besar, sebelum akhirnya dilepaskan sebagai gempabumi. Jadi Segmen Sumpur dan Sianok merupakan segmen yang perlu diwaspadai, karena batuan pada segmen ini bisa sewaktu-waktu mempunyai potensi gempa dengan kekuatan yang sangat besar. Pengambilan lokasi penelitian pada setiap segmen sesar Sumatera dikarenakan wilayah ini merupakan Megathrust dan dipermukaannya sudah banyak pemukiman, sehingga diharapkan dengan mengetahui lokasi yang mempunyai aktifitas seismik yang tinggi dan nilai kerapuhan batuan yang rendah, dapat dijadikan rujukan untuk keperluan mitigasi diwilayah tersebut