Environmental management in urban areas requires active participation from all sectors of society, yet senior high school students in Jember Regency show suboptimal involvement despite its critical importance. Drawing on participation theory and environmental management frameworks, this study investigates the extent and determinants of student participation in environmental management. A survey-based descriptive, correlational, and comparative design was employed, involving 192 students selected through stratified, purposive, quota, random, and area sampling. Findings reveal that 50% of students actively participate, primarily within family settings, followed by school, village, urban, and open environments. Participation levels are significantly influenced by students’ grade level, extracurricular experience (particularly in non-nature-loving groups), and parental factors—especially maternal characteristics. Mothers play a more dominant role than fathers, particularly among those working as civil servants, holding higher education degrees, spending more time interacting with children, or serving as leaders in community organizations. The study concludes that maternal involvement is a key determinant of student environmental participation and recommends strengthening extracurricular programs and empowering mothers through continuous socialization via mass media, social organizations, and NGOs to enhance environmental management capacity. Pengelolaan lingkungan hidup di perkotaan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, namun partisipasi siswa SMA di Kabupaten Jember masih belum maksimal meskipun sangat penting. Berdasarkan teori partisipasi dan kerangka pengelolaan lingkungan, penelitian ini bertujuan mengkaji tingkat dan faktor determinan partisipasi siswa dalam pengelolaan lingkungan. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif, korelatif, dan komparatif dengan metode survei pada 192 siswa yang diambil melalui teknik stratified, purposive, quota, random, dan area sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% siswa berpartisipasi aktif, terutama di lingkungan keluarga, kemudian sekolah, kampung, perkotaan, dan alam terbuka. Partisipasi siswa secara signifikan dipengaruhi oleh tingkat kelas, pengalaman ekstrakurikuler (terutama kelompok non-pencinta alam), dan faktor orang tua—khususnya karakteristik ibu. Ibu memiliki peran lebih dominan dibanding ayah, terutama yang bekerja sebagai PNS, berpendidikan lebih tinggi, memiliki banyak waktu bertemu anak, atau menjadi pengurus/aktivis organisasi kemasyarakatan. Penelitian menyimpulkan bahwa peran ibu merupakan determinan utama partisipasi siswa dalam pengelolaan lingkungan. Rekomendasi penelitian adalah memperkuat kegiatan ekstrakurikuler dan memberdayakan ibu melalui sosialisasi berkelanjutan melalui media massa, organisasi sosial, dan LSM untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan lingkungan.