This Author published in this journals
All Journal J-CEKI
Anindya Vania Vashti G.S
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komunikasi Terapeutik Antara Perawat Terhadap Pasien Anindya Vania Vashti G.S; Sumardjijati, Sumardjijati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i5.9626

Abstract

Komunikasi terapeutik dalam bidang keperawatan hendaknya berjalan secara efektif dan efisien dengan tetap mencerminkan peran, fungsi, dan profesionalisme seorang perawat agar tercapai tujuan akhir kesembuhan pasien. Komunikasi terapeutik dinilai dengan menggunakan GITCS (Global Interprofessional Therapeutic Communication Scale) yang telah diadaptasi dan dimodifikasi dalam kurikulum Pendidikan Keperawatan Indonesia 2021. Komunikasi terapeutik meliputi Tahap Prainteraksi, Tahap Onboarding, Tahap Kerja, dan Tahap Terminasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Variabel Komunikasi terapeutik diukur melalui kuesioner. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui kuesioner tertutup, dengan pilihan jawaban yang telah ditentukan, menggunakan skala nominal, dan analisis data dilakukan dengan skala likert. Penelitian ini dilaksanakan di ruang rawat inap RSUD Pajajaran Prof. Dr. Soekandar Kabupaten Mojokerto mulai akhir bulan April – Mei 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang sedang menjalani rawat inap di RSUD Prof. Dr. Soekandar. Sampel yang digunakan dalam penelitian menggunakan rumus Slovin dengan teknik Accidental Sampling. Data yang telah diperoleh akan disusun menjadi Tabel Distribusi Frekuensi kemudian data tersebut dianalisis dan diambil kesimpulan. Tahap Pra Interaksi tidak dilakukan penilaian karena perawat belum melakukan interaksi dengan pasien. Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik di Ruang Rawat Inap Pajajaran RSUD Prof. Dr. Soekandar Mojokerto sebesar 44,4% berkategori Buruk, 37,8% berkategori Baik dan 17,8% berkategori Cukup. Pihak rumah sakit perlu mengadakan refreshment atau semacam pendidikan dan pelatihan (workshop, in house training, dll) bagi perawat untuk meningkatkan kemampuan komunikasi terapeutik pada semua tahapan.