Latar Belakang: Kemoterapi merupakan penanganan preparate antineoplastic sebagai upaya untuk membunuh sel-sel tumor dengan mengganggu fungsi dan reproduksi seluler. Rangkaian program kemoterapi yang berkelanjutan dapat menimbulkan berbagai efek samping fisik dan psikologis pada pasien. Hal tersebut menyebabkan banyak pasien kemoterapi yang tidak bertahan mengikuti siklus kemoterapi atau dapat dikatakan memiliki resiliensi rendah. Salah satu yang membuat pasien kemoterapi bertahan adalah dukungan keluarga. Dilihat dari efek samping kemoterapi yang begitu banyak dan prosesnya yang panjang, maka perlu adanya dukungan keluarga agar pasien tersebut memiliki resiliensi yang tinggi untuk bertahan dan mampu melewati segala proses kemoterapi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan resiliensi pasien kemoterapi di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Metode: . Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain korelasi dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 82 responden serta pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil analisa data menggunakan uji statistik Spearman-Rho didapatkan p value=0,001 dan r=0,375 artinya ada hubungan dukungan keluarga dengan resiliensi pasien kemoterapi, dengan kekuatan hubungan sedang dan arah positif artinya semakin baik dukungan keluarga maka semakin tinggi resiliensi pasien kemoterapi. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan resiliensi pasien kemoterapi di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang