Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digitalisasi Pendidikan Islam di Perguruan Tinggi: Analisis Literatur Tentang Efektifitas Pembelajaran Daring Ali Masykur
EL WAHDAH Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/elwahdah.v6i1.6319

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong percepatan digitalisasi dalam pendidikan tinggi Islam, terutama dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran daring di perguruan tinggi Islam melalui pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka. Data dikumpulkan dari berbagai literatur ilmiah yang relevan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran daring tidak hanya bergantung pada aspek teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia, integrasi nilai-nilai keislaman dalam kurikulum, serta interaksi yang bermakna antara dosen dan mahasiswa. Strategi seperti peningkatan literasi digital, blended learning, mentoring spiritual daring, serta kurikulum adaptif bernilai Islam merupakan pendekatan yang direkomendasikan. Penelitian ini menekankan pentingnya transformasi digital yang tidak menghilangkan ruh pendidikan Islam dan tetap menjunjung maqashid syariah dalam proses pembelajarannya.
Membuka Tabir Kasus Tanjung Priok 1984 Taqi, Aliv; Ali Masykur
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2872

Abstract

Hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita. Karena hak asasi manusia mencakup banyak hal seperti hak kita untuk hidup, untuk mendapatkan pendidikan, untuk bekerja, untuk memiliki tempat tinggal, dan sebagainya. Namun sayangnya, di negara kita, pernah terjadi beberapa kasus pelanggaran hak asasi manusia, seperti kasus di Tanjung Priok yang terjadi pada tahun 1984. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) melakukan penyelidikan lebih dalam untuk menyelesaikan kasus hak asasi manusia Tanjung Priok, dan 2) memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia. Hasil penelitian ini memberikan beberapa solusi untuk kasus Tanjung Priok, seperti bagi pemerintah untuk menemukan aktor utama tragedi tersebut dan memberikan yurisprudensi yang tepat. Penulis juga menyarankan pendidikan kepada masyarakat agar menyadari urgensi hak asasi manusia sehingga mereka dapat mencegah terjadinya kasus serupa.