AbstrakEkolabel berperan penting dalam mendorong praktik perikanan berkelanjutan dengan memberikan informasi kepada konsumen mengenai atribut ramah lingkungan suatu produk. Dalam konteks industri tuna Indonesia yang menjadi salah satu produsen utama dunia, pemahaman konsumen terhadap ekolabel menjadi aspek penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan konsumen tuna kaleng terhadap tiga jenis ekolabel: Dolphin-Safe, Marine Stewardship Council (MSC), dan Fairtrade, serta menelaah hubungan antara faktor demografi (jenis kelamin, usia, pendidikan, dan pendapatan) dengan tingkat pengetahuan tersebut. Hasil survei terhadap konsumen tuna kaleng di Jakarta menunjukkan bahwa label Dolphin-Safe paling dikenal karena telah lama hadir di pasar domestik, sementara MSC dan Fairtrade masih relatif kurang dipahami. Tingkat pendidikan dan pendapatan terbukti berhubungan signifikan dengan pengetahuan terhadap MSC dan Fairtrade, sedangkan jenis kelamin hanya berhubungan dengan label Dolphin-Safe. Tidak ditemukan hubungan antara usia dan pengetahuan terhadap ketiga label. Temuan ini menunjukkan perlunya strategi edukasi publik oleh pemerintah dan produsen untuk meningkatkan literasi konsumen mengenai ekolabel baru seperti MSC dan Fairtrade sebelum diterapkan secara luas. Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji sejauh mana pengetahuan ekolabel berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk perikanan berkelanjutan.Kata Kunci: tuna, ekolabel, pengetahuan, demografi, IndonesiaAbstractEco-labels play a crucial role in promoting sustainable fisheries practices by providing consumers with information about the environmental attributes of products. In the context of Indonesias tuna industry, one of the worlds leading producers, consumer understanding of eco-labels is an essential factor in supporting sustainable marine resource management. This study aims to examine consumers knowledge of three eco-labels: Dolphin-Safe, Marine Stewardship Council (MSC), and Fairtrade, and to analyze the relationship between demographic factors (gender, age, education, and income) and their level of knowledge. A survey of canned tuna consumers in Jakarta revealed that the Dolphin-Safe label is the most recognized due to its long presence in the domestic market, while MSC and Fairtrade remain relatively unfamiliar. Education and income levels were found to be significantly associated with knowledge of MSC and Fairtrade, whereas gender was only related to the Dolphin-Safe label. No significant relationship was observed between age and knowledge of any label. These findings highlight the need for public education strategies by both the government and tuna producers to enhance consumer literacy regarding newer eco-labels such as MSC and Fairtrade before their wider implementation. Future research is recommended to explore how eco-label knowledge influences consumers purchasing decisions for sustainable seafood products.Keywords: tuna, ecolabel, knowledge, demographic, Indonesia