Suhardi, Fransisco Serransaya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fenomena Languishing Pada Lirik Lagu "Jatuh Bangkit Kembali" Menurut Teori Ferdinand De Saussure Suhardi, Fransisco Serransaya
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i2.566

Abstract

Lagu “Jatuh Bangkit Kembali” karya HIVI! merupakan lagu yang diciptakan berdasarkan kisah nyata peristiwa gempa bumi dan tsunami di wilayah Palu Donggala. HIVI! adalah grup musik yang dibentuk pada tahun 2009 dan saat ini beranggotakan 3 orang. Fenomena languishing merupakan kondisi di mana seseorang merasakan kehampaan dalam dirinya. Kondisi ini membuat seseorang hanya merasa biasa-biasa saja meskipun sedang mengalami peristiwa yang seharusnya berkesan. Akibatnya, individu tersebut tidak merasakan momentum istimewa dari suatu kejadian. Dalam penelitian ini, teori yang digunakan adalah teori semiotika Ferdinand de Saussure. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif fenomenologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena languishing pada lagu “Jatuh Bangkit Kembali” menurut teori Ferdinand de Saussure. Penelitian ini mengangkat dua konsep dari teori Ferdinand de Saussure, yaitu penanda & petanda serta langue & parole. Lagu “Jatuh Bangkit Kembali” memiliki pesan motivasi yang terkandung dalam liriknya dan direpresentasikan secara penuh penghayatan oleh penyanyinya. Hasil penelitian ini menemukan bahwa lirik lagu dan cara penyanyi merepresentasikan lagu “Jatuh Bangkit Kembali” memuat pesan mendalam mengenai motivasi, serta dapat membantu seseorang yang sedang mengalami languishing agar mampu bangkit dari permasalahan, kehampaan, dan kesedihan. Kata kunci: Ferdinand de Saussure, Languishing, Semiotika, Lirik Lagu