Penelitian ini membahas representasi middle child syndrome dalam film Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Fokus utama terletak pada tokoh Aurora, anak tengah yang merasa kurang dihargai dalam keluarganya. Analisis terhadap simbol visual dan interaksi karakter menunjukkan bahwa Aurora tidak mendapatkan ruang untuk didengarkan, didukung, maupun diakui eksistensinya, baik oleh saudaranya maupun figur ayah. Ketimpangan ini tercermin dalam adegan-adegan kunci yang memperlihatkan isolasi emosional dan konflik internal Aurora akibar pola pengasuhan otoriter serta nilai-nilai patrialkal dalam struktur keluarga Asia. Penelitian ini menunjukkan bahwa film dapat menjadi medium reflektif untuk mengkritik dinamika keluarga yang hierarkis dan memperlihatkan realitas sosial anak tengah yang kerap terpinggirkan.