p-Index From 2021 - 2026
1.006
P-Index
This Author published in this journals
All Journal THE COMMERCIUM
Aditya Fahmi Nurwahid
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STRATEGI PEMASARAN TOKO ODY.SUB MELALUI PLATFORM DIGITAL (Analisis Marketing Mix 4P pada Instagram, Shopee, dan TikTok) annin_29; Aditya Fahmi Nurwahid
The Commercium Vol. 9 No. 1 (2025): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i1.65621

Abstract

This study aims to explore the marketing strategies employed by Ody.Sub through digital platforms, including Instagram, Shopee, and TikTok. Ody.Sub is a well-known thrifting store located in Sleman City, recognized as atrendsetter in the thrift fashion scene since its establishment in 2019. A qualitative descriptive method was used to analyze the store's marketing activities, with data collected through interviews, observations, and documentation. This researchadopts a comprehensive approach by examining the 4P elements of the marketing mix: product, price, place, and promotion. The study presents findings in the form of descriptive text. Overall, Ody.Sub has effectively integrated the 4P marketing mix elements into its digital promotion strategy, leveraging the strengths of Instagram and TikTok to attract customers while utilizing Shopee to facilitate purchasing processes. However, there are areas that require further attention and improvement. Additionally, this research concludes that Ody.Sub’s application of media convergence through stages of cross-promotion, cloning, coopetition, content sharing, and full convergence enables more efficient information distribution and broader audience reach
Peran Komunikasi Getok Tular Dalam Pemasaran Kuliner Legendaris Pecel Garuda Kertosono Purnama putra, Dhimas baskara; Aditya Fahmi Nurwahid
The Commercium Vol. 9 No. 2 (2025): The Commercium - April 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i2.66454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi getok tular dalam strategi pemasaran Pecel Garuda Kertosono, sebuah kuliner legendaris. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  komunikasi  getok  tular  memainkan  peran  sentral  dalam membangun kepercayaan pelanggan. Dibandingkan dengan iklan resmi, rekomendasi dari orang terdekat lebih berpengaruh, terutama melalui interaksi sosial di lingkungan pertemanan, keluarga, dan platform media sosial. Peran influencer seperti Cak Naryo turut mendukung efektivitas strategi ini, terutama dalam mendorong insentif agar  pelanggan  tidak  bersikap  pasif  dalam  berbagi  pengalaman  mereka.  Temuan  ini  menegaskan bahwa pengalaman pelanggan yang positif serta komunikasi berbasis kepercayaan merupakan elemen kunci dalam strategi pemasaran yang berhasil.
PENGARUH PRODUCT PLACEMENT DALAM DRAMA KOREA 'QUEEN OF TEARS' TERHADAP BRAND AWARENESS PENGIKUT AKUN INSTAGRAM @WOWKDRAMA.ID Nurfitria, Hafsah; Aditya Fahmi Nurwahid
The Commercium Vol. 9 No. 2 (2025): The Commercium - April 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i2.66522

Abstract

Industri periklanan saat ini telah bergeser ke platform digital dan strategi pemasaran yang lebih fokus menjangkau audiens spesifik. Product placement menjadi salah satu strategi yang berkembang, memanfaatkan tingkat paparan yang luas dan frekuensi yang tinggi melalui konten hiburan. Penelitian ini menganalisis Pengaruh Product Placement Dalam Drama Korea 'Queen Of Tears' Terhadap Brand Awareness pengikut akun Instagram @wowkdrama.id. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei, mengumpulkan data melalui kuesioner daring kepada 400 responden pengikut akun Instagram @wowkdrama.id yang  telah menonton  drama 'Queen  Of Tears'.  Analisis  data menggunakan  uji  validitas, reliabilitas, normalitas, koefisien korelasi, regresi linear sederhana, dan uji-t.  Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan secara statistik antara product placement dan brand awareness. Hasil uji t menunjukkan nilai R square sebesar 0,755, yang berarti bahwa 75,5% dari brand awareness telah di pengaruhi oleh product placement. Hal ini membuktikan bahwa strategi product placement dalam drama Korea 'Queen Of Tears' efektif meningkatkan Brand Awareness di kalangan pengikut akun Instagram @wowkdrama.id. Penelitian ini memberikan informasi dan wawasan yang berharga bagi pemasar terkait strategi Product Placement di platform media sosial, khususnya dalam konteks drama Korea dan target audiens yang terhubung melalui akun Instagram.
Representasi Kebijaksanaan Karakter Hutch Mansel dalam Film Nobody Muhammad Rizaldi; Aditya Fahmi Nurwahid
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.72136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kebijaksanaan dalam karakter Hutch Mansell dalam film Nobody (2021) menggunakan pendekatan semiotika Charls Sanders Peirce dan teori representasi Stuart Hall. Hutch digambarkan sebagai sosok ayah yang mengalami transformasi dari figure pasif menjadi sosok yang bijaksana dalam pengambilan keputusan untuk melindungi keluarganya, dengan memunculkan nilai utama kepahlawanan utama menurut Scott T. Allison, yakni kebijaksanaan. Temuan menunjukkan bahwa representasi tersebut terbentuk melalui unsur naratif dan sinematik yang kompleks, seperti simbol visual, dialog, dan tindakan karakter utama. Film Nobody memuat representasi konstruksionis dalam narasi kebijaksanaan yang ambivalen. Penelitian ini mengungkap bagaimana film aksi dapat menjadi media yang efektif untuk menarasikan peran ayah secara kompleks, mencerminkan nilai budaya dan ideologi maskulinitas dalam konteks keluarga.
Isu Middle Child Syndrome Pada Tokoh Aurora dalam Film Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce) Pandyashiweswara, Deoga Pandyashiweswara; Aditya Fahmi Nurwahid
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.72351

Abstract

Penelitian ini membahas representasi middle child syndrome dalam film Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Fokus utama terletak pada tokoh Aurora, anak tengah yang merasa kurang dihargai dalam keluarganya. Analisis terhadap simbol visual dan interaksi karakter menunjukkan bahwa Aurora tidak mendapatkan ruang untuk didengarkan, didukung, maupun diakui eksistensinya, baik oleh saudaranya maupun figur ayah. Ketimpangan ini tercermin dalam adegan-adegan kunci yang memperlihatkan isolasi emosional dan konflik internal Aurora akibar pola pengasuhan otoriter serta nilai-nilai patrialkal dalam struktur keluarga Asia. Penelitian ini menunjukkan bahwa film dapat menjadi medium reflektif untuk mengkritik dinamika keluarga yang hierarkis dan memperlihatkan realitas sosial anak tengah yang kerap terpinggirkan.
Analisis Resepsi terhadap Animal Welfare dalam Live Streaming Charity di Kanal Youtube Windah Basudara Farhan Risqy Pratama; Aditya Fahmi Nurwahid
The Commercium Vol. 10 No. 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.72585

Abstract

Pemanfaatan fitur Live Streaming di YouTube untuk penggalangan dana amal (charity) oleh kreator konten telah menjadi fenomena komunikasi yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengeksplorasi secara mendalam resepsi penonton terhadap pesan kesejahteraan hewan (animal welfare) dalam konten live streaming charity di kanal YouTube Windah Basudara. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis resepsi model Encoding-Decoding dari Stuart Hall, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan delapan informan yang memiliki latar belakang beragam. Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukannya penonton yang pada posisi oposisi. Resepsi penonton terbagi menjadi dua posisi utama yaitu dominan dan negosiasi. Tiga informan berada pada posisi dominan dengan menerima pesan secara utuh. Temuan paling krusial adalah adanya pesan yang hilang, di mana pesan animal welfaretereduksi menjadi sebuah aksi transaksional atau ajakan berdonasi, bukan sebuah komitmen transformatif terkait edukasi tentang tanggung jawab jangka panjang. Kesimpulannya, resepsi penonton terhadap pesan animal welfareternyata menjadi sekunder dibandingkan resepsi terhadap acara amal itu sendiri sebagai sebuah fenomena media. Kekuatan persona komunikator dan dinamika hiburan lebih dominan dalam proses pemaknaan penonton daripada substansi isu kesejahteraan hewan yang diusung.