Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Penyakit inisering dijumpai di negara yang beriklim tropis. Salah satu faktor penyebab skabies adalah personal hygiene. Skabiesbanyak ditemukan di kampung-kampung, rumah, penjara, asrama dan panti asuhan yang memiliki tingkat sanitasilingkungan buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan santri dengan sikap santriuntuk mencegah skabies di Pondok Pesantren X Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode analitikobservasional dengan desain Cross Sectional. Responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengansyarat inklusi yaitu santri aktif dan telah tinggal di pondok pesantren selama lebih dari 1 tahun. Sehingga didapatkansebanyak 50 santri sebagai responden. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dan observasipeneliti. Data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil dari distribusi frekuensi adalahsebanyak 26 santri (52%) memiliki pengetahuan baik dan 27 santri (54%) memiliki sikap baik dalam mencegahskabies. Sedangkan hasil dari tabulasi silang pengetahuan dengan sikap adalah sebanyak 19 santri memilikipengetahuan dan sikap yang baik dalam mencegah skabies. Uji Chi-Square memberikan hasil nilai p = 0,011 < 0,05,sehingga H0ditolak. Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap santri dalam mencegah skabies diPondok Pesantren X Banyuwangi. Rekomendasi untuk pondok pesantren adalah peningkatan dukungan dari pihakpengelola manajemen pendidikan pondok pesantren kepada tenaga kesehatan terhadap penyampaian pesankesehatan, dengan dukungan pihak pengelola akan memperkuat rasa percaya santri kepada tenaga kesehatan atasinformasi yang disampaikan. Selain itu, kegiatan sosialisasi, mengadaan mading kesehatan dan pelatihan petugasPOSKESTREN perlu diadakan untuk membangun kemandirian santri dalam melakukan pencegahan skabies.Kata Kunci : Skabies, pengetahuan, sikap, pondok pesantren