Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP SEMANGAT KERJA GURU PADA SMA NEGERI 3 SIBOLGA Wendy Susanto Tambunan; Hadijah Sipahutar; Indra Setiawan Hutabarat
JURNAL RUMPUN MANAJEMEN DAN EKONOMI Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jrme.v2i4.6187

Abstract

This study aims to determine the influence of the work environment and compensation on the work spirit of teachers at SMA Negeri 3 Sibolga. The type of research used in this study is a descriptive quantitative research type, because this research method aims to obtain information by creating a picture or description of what exists or is happening. For this study, the population was 56 (fifty-six) people, the population was taken from all teachers at SMA Negeri 3 Sibolga. Because the population is below 100 people, the author took the entire population to be used as a sample, namely 56 (fifty-six) people. The type of data used in this thesis research is the type of subject data and the source of the data is primary. From the results of the instrument test, valid and reliable results were obtained because all questions contained in variables X1, X2 and Y have a Corrected Item-Total Correlation value of more than 0.300 and a Cronbach's Alpha value of each variable above 0.60, which means that all questions are valid. and reliability. From the classical assumption test, the research data is normally distributed because the histogram graph is bell-shaped, in the P-P Plot graph above, the data distribution can be seen close to the diagonal line and in the multicollinearity test, the tolerance value is ˃ 0.1 and the variance inflation factor (VIF) value <10, so it can be concluded that in the regression model, there is a correlation between independent variables. From the results of the data test, an influence of 71.6% was obtained, this means that what happens to the variation of the dependent variable is 71.6% determined by the independent variable, from the hypothesis test, the results of the calculated t value <t table, so Ha is accepted and H0 is rejected and the results of the F test obtained a calculated F value of 55.599 with a significance level of 0.000 and a calculated F value> F table, which is 24.642> 4.15. Based on this, the hypothesis proposed in this study is accepted. Keywords: Work Environment, Compensation and Work Spirit.
Pengaruh Komunikasi dan Kompetensi terhadap Efektivitas Kinerja Pegawai pada Kantor Komisi Pemilihan Umum Kota Sibolga Rosianna Siahaan; Rifka Hadia Lubis; Indra Setiawan Hutabarat
Jurnal Ekonomi dan Manajemen ( JEMBATAN) Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 Nomor 2 Juli 2026 Inpress Juli 2026
Publisher : Jurnal Ekonomi dan Manajemen ( JEMBATAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi dan kompetensi terhadap efektivitas kinerja pegawai pada Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sibolga. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian berjumlah 32 pegawai, yang seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik sensus. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan wawancara informal, sedangkan analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh parsial dan simultan. Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kinerja pegawai, dengan nilai koefisien regresi 0,629, t-hitung lebih besar dari t-tabel, dan signifikansi < 0,001. Kompetensi juga berpengaruh positif signifikan dengan nilai koefisien 0,409, t-hitung lebih besar dari t-tabel, dan signifikansi 0,003. Hasil uji simultan (uji F) menunjukkan F-hitung lebih besar dari F-tabel dengan signifikansi 0,000, yang berarti kedua variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,632 menunjukkan bahwa 63,2% variasi efektivitas kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh komunikasi dan kompetensi, sedangkan sisanya 36,8% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Temuan wawancara memperkuat hasil kuantitatif, di mana masih terdapat hambatan seperti kejelasan instruksi yang belum optimal, kurangnya sistem umpan balik yang terstruktur, serta kesenjangan penguasaan teknologi antar pegawai. Direkomendasikan peningkatan kualitas komunikasi internal, pengembangan kompetensi secara berkelanjutan, untuk mencapai efektivitas kinerja pegawai.
Pengaruh Komunikasi dan Kompetensi terhadap Efektivitas Kinerja Pegawai pada Kantor Komisi Pemilihan Umum Kota Sibolga Rosianna Siahaan; Rifka Hadia Lubis; Indra Setiawan Hutabarat
Jurnal Ekonomi dan Manajemen ( JEMBATAN) Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 Nomor 2 Juli 2026 Inpress Juli 2026
Publisher : Jurnal Ekonomi dan Manajemen ( JEMBATAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi dan kompetensi terhadap efektivitas kinerja pegawai pada Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sibolga. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian berjumlah 32 pegawai, yang seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik sensus. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan wawancara informal, sedangkan analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh parsial dan simultan. Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kinerja pegawai, dengan nilai koefisien regresi 0,629, t-hitung lebih besar dari t-tabel, dan signifikansi < 0,001. Kompetensi juga berpengaruh positif signifikan dengan nilai koefisien 0,409, t-hitung lebih besar dari t-tabel, dan signifikansi 0,003. Hasil uji simultan (uji F) menunjukkan F-hitung lebih besar dari F-tabel dengan signifikansi 0,000, yang berarti kedua variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,632 menunjukkan bahwa 63,2% variasi efektivitas kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh komunikasi dan kompetensi, sedangkan sisanya 36,8% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Temuan wawancara memperkuat hasil kuantitatif, di mana masih terdapat hambatan seperti kejelasan instruksi yang belum optimal, kurangnya sistem umpan balik yang terstruktur, serta kesenjangan penguasaan teknologi antar pegawai. Direkomendasikan peningkatan kualitas komunikasi internal, pengembangan kompetensi secara berkelanjutan, untuk mencapai efektivitas kinerja pegawai.