Kondisi literasi di SDN Teluk Pucung VI Kota Bekasi masih perlu ditingkatkan. Beberapa kondisi literasi yang terjadi saat ini yaitu (1) minat membaca rendah, banyak siswa yang hanya membaca saat ada tugas sekolah, bukan suatu kebiasaan, padahal sekolah memiliki perpustakaan dengan koleksi buku yang cukup banyak mulai dari buku pelajaran, sampai buku cerita fiksi maupun non fiksi. (2) pemahaman baca minim, siswa sering hanya membaca teks tanpa memahami isi atau makna bacaaan (3) peran guru dalam literasi, tidak semua guru memahami metode pembelajaran literasi yang menarik, sehingga pembelajaran seringkali hanya berfokus pada aspek teknis membaca.Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan lembar observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian juga sebagai alat yang dipergunakan untuk mengumpulkan, memeriksa, menyelidiki suatu masalah yang sedang diteliti agar menjadi jelas dan bermakna (Astuti, 2015).Hasil penelitian yang dibahas oleh peneliti berupa 1) Analisis kemampuan membaca permulaan kelas II di SDN Teluk Pucung VI Kota Bekasi. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca permulaan kelas II di SDN Teluk Pucung VI Kota Bekasi. 3) Upaya guru dalam membaca permulaan siswa kelas II di SDN Teluk Pucung VI Kota Bekasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai faktor internal dan eksternal berperan penting dalam kemampuan membaca permulaan siswa. Faktor-faktor internal meliputi kondisi fisiologis, intelektual, dan psikologis siswa. Kesehatan fisik, termasuk alat bicara, penglihatan, dan pendengaran, sangat mempengaruhi kemampuan membaca.