Kecemasan belajar dipahami sebagai kondisi emosional berupa perasaan tidak nyaman, tegang, atau takut yang muncul dalam situasi akademik, khususnya selama proses pembelajaran IPA. Pemahaman konsep IPA merujuk pada kemampuan peserta didik dalam menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan, merangkum, menyimpulkan, membandingkan, dan menjelaskan materi yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan belajar dengan pemahaman konsep Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada peserta didik kelas IV sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan deskriptif. Sampel penelitian terdiri dari 76 peserta didik kelas IV dari dua sekolah dasar negeri di Kelurahan Cibinong yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket kecemasan belajar dan tes pemahaman konsep IPA. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kecemasan belajar dan pemahaman konsep IPA dengan koefisien korelasi sebesar 0,316 yang menunjukkan adanya hubungan antar dua variabel, namun hubungan tersebut tergolong lemah. Hasil uji koefisien determinasi R Square adalah 0,100 yang berarti diperoleh nilai sebesar 10%. Hal ini berarti 10% kecemasan belajar IPA mempengaruhi dan sebanyak 90% ditentukan oleh faktor lain. Semakin tinggi tingkat kecemasan belajar yang dialami peserta didik, maka semakin rendah tingkat pemahaman konsep yang mereka miliki. Temuan ini mengindikasikan pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung secara emosional agar peserta didik dapat memahami materi dengan lebih baik. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam merancang strategi pembelajaran yang memperhatikan aspek psikologis peserta didik.