Penelitian ini bertujuan : 1) menganalisis kemampuan bernalar kritis murid kelas IV SDN Tangkisan dalam memahami materi ini khas daerahku, 2) menganalisis kemandirian murid kelas IV SDN Tangkisan dalam memahami materi ini khas daerahku. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus . Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah 13 siswa kelas IV SDN Tangkisan dengan sampel subjek bernalar kritis 4 dan 3 siswa sampel subjek kemandirian untuk diwawancarai melalui teknik purposive sampling . Analisis data yang digunakan mengacu pada model Miles dan Huberman yaitu 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, 4) penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh : 1) kemampuan bernalar kritis terdapat empat kategori dengan pencapaian yang berbeda-beda. Subjek sangat mahir sudah mampu mencapai semua indikator dari mengolah informasi dari gagasan, memulai penalaran hingga kesimpulannya. Subjek kategori mahir sudah mampu mengolah informasi dari gagasan dan menuangkan penalarannya namun belum dapat menyimpulkan. Kategori subjek sudah berkembang sudah mampu mengolah informasi dari gagasan dengan sedikit perbaikan namun belum mampu menganalisis dan menyebarkan penalaran hingga kesimpulan. Kategori subjek mulai berkembang belum dapat mencapai semua indikator bernalar kritis. 2) Kemandirian murid terdapat tiga kategori dengan capaian yang berbeda-beda . Subjek kategori mandiri sangat sudah mampu mencapai semua indikator kemandirian. Subjek kategori mandiri sudah bertanggung jawab, mampu mengendalikan diri, tidak memiliki ketergantungan tinggi namun belum memiliki rasa percaya diri serta belum memiliki inisiatif . Subjek kategori kurang mandiri belum mampu mencapai semua indikator.