Sepak bola menjadi fenomena yang mencerminkan identitas, budaya, dan politik. Hal tersebut terlihat dalam tim nasional sepak bola Palestina yang berfungsi lebih dari sekadar tim olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perjuangan tim nasional sepak bola Palestina yang ditampilkan dalam film dokumenter Goal Dreams menggunakan teori representasi Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tiga tahapan utama, yaitu penyajian data, analisis data, dan penyajian hasil analisis. Data yang dianalisis berupa dialog dan tangkapan layar dalam film Goal Dreams yang merepresentasikan perjuangan tim nasional sepak bola Palestina. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan pengelompokan data dan interpretasi. Hasil analisis disajikan dalam bentuk teks naratif disertai dengan bagan atau tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tim nasional sepak bola Palestina merepresentasikan harapan dan impian kolektif rakyat Palestina di tengah konflik yang berkepanjangan. Tim ini menjadi simbol persatuan, nasionalisme, dan eksistensi Palestina di panggung internasional sekaligus menjadi alat diplomasi untuk meningkatkan kesadaran global terhadap keberadaan Palestina. Film Goal Dreams juga menampilkan hambatan internal dan eksternal yang dihadapi tim nasional sepak bola Palestina. Hambatan internal meliputi adaptasi pemain diaspora yang mengalami kendala bahasa dan perbedaan gaya bermain, serta tekanan emosional yang dialami pemain akibat situasi konflik. Sementara itu, hambatan eksternal berupa keterbatasan fasilitas olahraga yang membuat tim harus berlatih dan bertanding di luar Palestina, serta kendala mobilitas akibat penutupan perbatasan.