Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN KONSTITUSI: PENGATURAN IMPEACHMENT PRESIDEN DAN/ATAU WAKIL PRESIDEN DINEGARA SISTEM PEMERINTAHAN PRESIDENSIAL (INDONESIA & AMERIKA SERIKAT). Puspita Sari, Tika
Grondwet Vol. 4 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61863/gr.v4i2.54

Abstract

Sistem pemerintahan presidensial, presiden mempunyai kedudukan sebagai kepala negara dan juga kepala pemerintahan yang mempunyai kekuasaan penuh dalam menjalankan pemerintahan, namun presiden/wakil presiden dapat berhenti (pemakzulan) dengan alasan tuduhan/dakwaan melakukan pelanggaran hukum yang diawasi oleh legislatif sebagai mengontrol eksekutif dalam pemerintahan disebut impeachment. Pengaturan  sistem impeachment di negara indonesia perlu  dikaji  dengan  melibatkan  negara  pembanding amerika serikat untuk  mengetahui  apakah  sistem impeachment berjalan  secara  optimal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan impeachment di Indonesia hanya dapat dilakukan terhadap Presiden dan/atau Wakil Presiden. Sedangan di Amerika Serikat impeachment dapat dilakukan tidak hanya pada Presiden dan Wakil Presiden, tetapi juga pada pejabat publik lainnya. Impeachment dilakukan dengan alasan-alasan tertentu sesuai dengan konstitusi yang diatur dalam negara seperti hukum Indonesia saat ini, jika terbukti presiden dan wakil presiden melakukan pelanggaran undang-undang  yang diatur dalam Pasal 7A & 7B UUD 1945 maka dapat dilakukan Impeachment, sedangkan Amerika Serikat diatur dalam Pasal 2 ayat (4) UUD AS.
KROMONGAN MUARA ENIM SUMATERA SELATAN: SEBUAH KAJIAN BENTUK, SISTEM PELARASAN DAN KOHESI SOSIAL Puspita Sari, Tika; Lutfia Okta Riwayati
Keteg : Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi Vol. 25 No. 1 (2025): Keteg: Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi
Publisher : Surakarta: Jurusan Karawitan Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/keteg.v25i1.7302

Abstract

This research explores the kromongan in Muara Enim, South Sumatera, as a form of traditional art that has aesthetic, musical, and social value. The study focuses on three main aspects, namely presentation form, tuning system, and social cohesion. This study uses descriptive analysis methods. As a form of qualitative research, data is obtained from actual events, without any intervention from the researcher. Data processing was carried out using inductive analysis techniques, namely by interpreting the data based on patterns, themes, and categories that emeged during the research process. To support the collection of songs in kromongan games, namely Jarum Pelitas, Rejung tetambang, Siamang Jauh, and Saluang Mudik. These five forms can be seen from the structure of the peninting instrument. For the people of Muara Enim Rancap, Jarum pelitas, Rejung Tetambang, Siamang Jauh, and Saluang mudik are important entities in kromongan because these five things are manifestations of the art and culture of the Kromongan Muara Enim community, contributing to the creation of a solid and socially empowered society.