Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KETERKAITAN ANTARA KOMPONEN BIOTIK DAN ABIOTIK DALAM MENJAGA KESEIMBANGAN EKOSISTEM DARAT DI LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR Khairatul Fadillah; Mutiara Alfi Zahra; Nurul Hasanah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v2i4.6101

Abstract

Ekosistem merupakan suatu sistem alami yang terbentuk melalui interaksi antara komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotik (komponen tak hidup) yang saling memengaruhi untuk menciptakan keseimbangan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara unsur biotik dan abiotik dalam menjaga kestabilan ekosistem darat yang berada di area sekolah dasar. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi langsung pada lima sekolah dasar yang memiliki ruang terbuka hijau seperti taman sekolah, kebun edukatif, atau halaman dengan vegetasi alami. Selain pengamatan langsung, wawancara dengan guru dan siswa turut dilakukan untuk menggali pemahaman mereka mengenai interaksi dalam ekosistem.Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur biotik, meliputi tumbuhan (rumput, pohon, bunga), hewan kecil (burung, serangga), dan mikroorganisme, memiliki keterkaitan erat dengan faktor abiotik seperti tanah, air, sinar matahari, dan udara. Keterhubungan ini tercermin dalam berbagai proses, seperti tumbuhan yang memerlukan cahaya dan air untuk fotosintesis, serta hewan kecil yang bergantung pada tumbuhan sebagai habitat dan sumber pangan. Ketidakseimbangan salah satu komponen, seperti pencemaran tanah atau kurangnya air, dapat mengganggu stabilitas keseluruhan ekosistem.Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa kegiatan perawatan taman sekolah serta pembelajaran yang berbasis lingkungan nyata dapat meningkatkan kesadaran dan sikap peduli siswa terhadap pentingnya menjaga harmoni antara komponen biotik dan abiotik. Oleh karena itu, lingkungan sekolah dasar memiliki potensi besar sebagai sarana edukatif yang mendorong pembentukan karakter peduli lingkungan sejak dini.