Penelitian rancang bangun ini bertujuan untuk mengoptimalkan sistem akuaponik di Desa Tarumajaya, Kabupaten Bandung, yang telah dibangun oleh Program Studi Teknik Fisika dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Saat ini, sekitar 35 unit sistem akuaponik telah dibangun, namun masih mengalami kendala seperti kematian ikan yang cukup tinggi dan juga kondisi tanaman yang kurang baik untuk dikonsumsi atau dijual kembali ke sektor pangan. Berdasarkan justifikasi, kendala tersebut disebabkan oleh rendahnya kadar oksigen, tingginya kadar amonia, serta pH yang tidak optimal dalam kolam akuaponik dikarenakan kurangnya optimalisasi dari sistem yang ada pada desa Tarumajaya. Selanjutnya, penelitian ini mencoba memecahkan masalah tersebut dengan perancangan sistem monitoring dan pengendalian yang digunakan dalam Internet of Things (IoT). Untuk memantau kondisi yang ada dilapangan dibutuhkaan aplikasi, aplikasi yang digunakan menggunakan platfrom kodular . Pada proses pengiriman data yang digunakan adalam ESP32 yang akan dikoneksikan ke platfrom. Pada pengujian terdapat delay kurang lebih 15-16 detik dalam mengirim data dikarenakan platfrom ThingSpeak yang digunakan terbatas atau gratis (Free). Aplikasi bertujuan untuk menampilkan data sensor yang dapat dipantau sehingga tidak perlu intervensi langsung dengan manusia. Demikian, aplikasi yang digunakan oleh pengguna memberikan pemahaman yang lebih baik tentang penggunaan sistem yang dijalankan, aplikasi dapat digunakan dimanapun dengan memantau sistem yang sedang berjalan sehingga pengguna mampu memberikan kualitas yang baik untuk sistem kualitas air, dan memungkinkan pengguna melakukan tindakan yang cepat dan tepat melalui aplikasi ini. Kata kunci— Internet of Things, ThingSpeak, Platfrom Kodular