Kusuma Wardani, Anisa Widhianti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Pijat Tuina Terhadap Nafsu Makan dan Berat Badan pada Balita (Literature Review) Kusuma Wardani, Anisa Widhianti; Retnaningsih, Reny
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 5, No 1 (2025): J-BIKES JULI
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v5i1.120

Abstract

Balita ialah kelompok usia rentan pada gangguan pertumbuhan akibat kurangnya asupan gizi. Salah satu penyebab utama adalah rendahnya nafsu makan. Pijat Tuina, sebagai metode terapi komplementer dari pengobatan tradisional Tiongkok, diketahui mampu merangsang titik-titik meridian tubuh yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan metabolisme. Studi ini mempunyai tujuan demi mengetahui dampak pijat tuina pada meningkatnya nafsu makan serta berat badan untuk balita berdasarkan temuan studi terdahulu. Artikel ini merupakan tinjauan literatur dengan pendekatan naratif, menelaah 10 artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2019 hingga 2024. Literatur yang dikaji mencakup subjek balita usia 1–5 tahun dengan nafsu makan rendah. Sebagian besar studi menunjukkan bahwa pijat tuina berdampak signifikan pada meningkatnya nafsu makan serta berat badan balita. Teknik yang digunakan mencakup tekanan, gesekan, dan stimulasi titik-titik tertentu di perut, punggung, kaki, dan tangan. Intervensi dengan durasi minimal 6 hari dan frekuensi 3 kali per minggu menunjukkan hasil paling konsisten. Selain peningkatan nafsu makan, beberapa studi juga mencatat peningkatan kualitas tidur dan status gizi balita. Pijat tuina terbukti memiliki pengaruh positif terhadap nafsu makan dan berat badan balita. Teknik ini dapat digunakan sebagai terapi tambahan yang aman dan mudah diterapkan dalam layanan kesehatan anak. Penelitian lebih lanjut dengan desain acak terkontrol dan protokol intervensi yang terstandar diperlukan untuk memperkuat bukti ilmiah